
Kabar baik datang dari sektor kesehatan. Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K) memastikan seluruh Puskesmas di Indonesia akan mendapatkan fasilitas X-ray mobile pada tahun depan.
Hal tersebut disampaikan Wamenkes saat Kunjungan Kerja Peninjauan Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Demak, pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E. mengatakan, kunjungan tersebut telah meninjau langsung kesiapan di RSUD Sunan Kalijaga.
“Telah ditinjau bersama di RSUD Sunan Kalijaga, akan ada begitu banyak bantuan baik Near Point Of Care (NPOC) maupun pembangunan Puskesmas baru dan tentunya kerja sama dengan BPJS,” ujar Bupati.

Bupati menjelaskan, fasilitas kesehatan yang menyiapkan layanan TBC di Kabupaten Demak terdiri dari 6 Rumah Sakit, 27 Puskesmas, dan 102 klinik maupun dokter praktik mandiri. Untuk pelayanan TB resisten obat, terpusat di RSUD Sunan Kalijaga dan dibantu 5 Puskesmas yang telah tersedia 7 mesin Tes Cepat Molekuler (TCM). Selain itu, Demak juga memiliki 8 alat NPOC bantuan dari Menteri Kesehatan yang siap digunakan.
Dalam arahannya, Wamenkes menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam penanganan TBC.
“Selama ini mindset dokter adalah mengobati orang sakit. Sementara saat COVID ada vaksinasi, ada isolasi sehingga bisa tertangani dengan cepat. TB kan kasusnya sama, tapi fokusnya hanya mengobati. Lupa kalau TBC adalah penyakit menular sehingga tidak ada pemeriksaan lanjutan dan tidak ada pencegahan. Akibatnya penyakit TB itu berputar di antara keluarga,” tegas Wamenkes.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Komjen (Purn) Akhmad Wiyagus memberikan apresiasi tinggi atas penanganan TBC di Demak.
“Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak yang mampu mengorkestrasi penanganan TBC di Kabupaten Demak yang terlihat jelas dari apa yang telah dijelaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak,” ungkapnya.
Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat eliminasi TBC menuju Indonesia Sehat dan Indonesia Emas 2045. (prokompim)
