Wabup Demak : Mari Bergerak Bersama Cegah Angka Stunting

Wakil Bupati Demak KH. Ali Makhsun, M.S.I. meminta kepada Tim Penurunan Angka Stunting untuk bergerak bersama melakukan berbagai upaya sehingga tidak muncul kasus stunting baru.  Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Diseminasi Audit Kasus Stunting ke-2 Tingkat Kabupaten Demak dan Pencanangan Desa “Gong Ceting” (Gotong Royong Cegah Stunting). Bertempat di Gedung Grhadika Bina Praja, Rabu (16/11/2022).

Wakil bupati Demak dalam sambutannya menyampaikan, audit stunting merupakan salah satu upaya nyata untuk memetakan penyebab resiko terjadinya stunting sehingga nantinya akan dihasilkan rekomendasi dan rencana tindak lanjut untuk dijadikan sebagai acuan penanganan stunting di Kabupaten Demak.

“Desa Tlogoboyo Kecamatan Bonang telah ditemukan beberapa hal yang bisa mengarah pada kasus baru. Misalnya, kurang siapnya calon pengantin untuk hamil, kondisi sanitasi yang kurang layak, hingga pola asuh yang kurang maksimal,” ungkap Ali Makhsun yang juga sebagai Ketua Tim Penurunan Angka Stunting.

Pada kesempatan tersebut, dicanangkan program “GONG CETING” (Gotong Royong Cegah Stunting). Wabup Ali Makhsun sangat apresiatif terhadap program tersebut karena selayaknya penanganan pandemi Covid-19, stunting bisa segera diatasi dengan cara keroyokan.

“Jika kita bergerak bersama, saya yakin, Kabupaten Demak akan segera mencapai zero stunting,” tuturnya. Diharapkan pula para stakeholder dapat bekerja semaksimal mungkin dalam menangani stunting di Kabupaten Demak.

Sementara itu Pj. Sekda Demak Drs. Eko Pringgolaksito, M.Si mengungkapkan di tahun 2020 angka stunting Demak berada di atas rata rata nasional.

“Semoga di tahun 2024, angka stunting di bawah rata-rata nasional yaitu dibawah 14%,” Katanya. Pihaknya berharap agar seluruh komponen masyarakat berjibaku untuk dapat mengawal angka pencegahan stunting.

Sementara itu, Kepala Dinpermades P2KB yang diwakili oleh Kabid KB ketahanan dan kesejahteraan, Miftukhah Kurniawati, S.H, M.H menjelaskan kegiatan tersebut dihariri oleh 80 orang yang terdiri dari tim percepatan penurunan sunting, camat lokus stunting, perguruan tinggi pendamping ITKES Kudus, teknikal asisten Kabupaten Demak.

Pihaknya juga telah membuat tim kecil terdiri dari unsur Dinpermades dan Puskesmas Bonang I dan telah mengadakan audit sampel di telogoboyo bonang dan mengambil 10 sampel.

“Pengambilan sampel dilakukan secara door to door, guna melihat perkembangan apakah masih dalam lokus stunting atau bukan,” pungkasnya. (Prokompim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *