TPA Berahan Kulon, Siap Dioperasionalkan

      No Comments on TPA Berahan Kulon, Siap Dioperasionalkan

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Berahan Kulon yang berlokasi di Kecamatan Wedung, siap dioperasionalkan. TPA yang dibangun di lahan seluas 25,06 ha tersebut diharap dapat menjadi menjadi solusi alternatif pembuangan sampah di Kabupaten Demak, mengingat TPA yang ada yaitu TPA Kalikondang dan Candisari sudah overload.

Dan sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya pembangunan TPA ini, Pemkab Demak beserta Forkopimda, Perwakilan Djarum Foundation, Forkopimcam, serta para komunitas penggiat lingkungan menggelar selamatan di TPA Berahan Kulon, Senin (22/3/2021).

Acara diawali dengan peresmian jembatan TPA Berahan Kulon yang ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pemotongan tumpeng oleh Wakil Bupati Demak, Drs. Djoko Sutanto.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak, Drs. Agus Musyafak, M.Si dalam laporannya mengungkapkan kondisi sampah di Demak saat ini, satu hari bisa mencapai 600 sekian ton sampah, sementara sejauh ini baru bisa ditangani 90 ton, sisanya selama ini dibuang disembarang tempat.

Selain itu kapasitas penampungan sampah pada TPA Kalikondang sudah tidak bisa menampung sampah lagi dan per 1 januari sudah ditutup dan dialihkan ke TPA Candisari yang hanya cukup menampung sampah perkotaan.

“Berkat arahan dan bimbingan pimpinan, Alhamdulillah segenap tim berhasil membebaskan lahan seluas 25,06 ha secara bertahap yaitu tahun 2018 seluas 8,8 ha, tahun 2019 seluas 5,6 ha dan tahun 2020 seluas 10,26 ha, “urainya. Oleh karenanya dengan keberadaan TPA Berahan Kulon, diharapkan persampahan di Kabupaten Demak dapat dikelola dengan baik.

Pada kesempatan yang sama Wabup Djoko menyampaikan bahwa TPA Berahan Kulon diperkirakan dapat beroperasional selama 300-400 tahun. Selain itu TPA juga menggunakan solar cell untuk mengantisipasi masyarakat membangun pemukiman di sekitar TPA. “Batas pemukiman akhir sebelum TPA juga harus diterapkan dengan tertib, agar TPA bisa tetap representative, “tuturnya.

Beliau meminta kepada Kepala Desa Berahan Kulon agar TPA dapat dijadikan edukasi bagi generasi mendatang, mengingat TPA didesain untuk edukasi. Dijelaskan pula bahwa dulunya lahan TPA ini merupakan lahan hijau yang terbengkalai, namun setelah sekian banyak paparan dan perjuangan, lahan ini bisa menjadi kuning. “Membangun itu mudah, tapi mempertahankan dan merawat itu sulit, tapi tetap harus diupayakan, “pungkasnya. (*prokompim*).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *