Sebagai bentuk keseriusan dan dukungan penuh dalam terwujudnya kesetaraan gender di Kabupaten Demak, Wakil Bupati Demak, Drs, H. Joko Sutanto turut menghadiri presentasi untuk Penilaian Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tingkat Nasional Tahun 2021. Didampingi Sekda Demak, kepala Dinsos P2PA, Seluruh jajaran OPD terkait dan seluruh kelompok kerja pengarusutamaan Gender (PUG).
Penilaian APE dilakukan melalui Video Conference oleh tim verifikasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Republik Indonesia untuk Kabupaten/Kota se Indonesia, di Gedung Grhadika Bina Praja, Senin, (22/03/2021).
Deputi PUG bidang ekonomi, kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Eni Widiyanti, S.E., MPP., M.S.E dalam sambutan pengantarnya mengatakan kegiatan verifikasi data hasil pelaksanaan PUG pada hari ini, pada tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya karena dilaksanakan secara online/daring.
“Ini menjadi tantangan sendiri bagi fasilitator dalam melakukan verifikasi data maupun bagi pemerintah daerah dalam menyiapkan data dan informasi”, sambung Eni.
Lanjut Eni, dari berbagai data, kualitas hidup perempuan masih rendah dibandingkan kualitas hidup laki-laki. “Oleh karena itu dalam RPJMN 2020-2024, indeks pembangunan gender masih menjadi indikator keberhasilan pembangunan manusia. Secara nasional ditargetkan mencapai 91,39% pada tahun 2024”,
Dalam paparanya, Sekda Demak, dr, Singgih Setyono, M.Kes selaku ketua PUG mengatakan bahwa diantara visi dan misi pemkab Demak terdapat muatan pengarusutamaan gender yaitu di misi ke lima, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan sesuai standar, dan perlindungan sosial serta penanggulangan kemiskinan. Dan misi ketujuh, mengembangkan kapasitas pemuda, olahraga seni budaya, meningkatkan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan mengendalikan pertumbuhan penduduk.
Sekda menambahkan, bahwa tren indeks Pembangunan Gender (IPG) tahun 2019 meningkat drastis dibanding dua tahun sebelumnya. Untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga demikian meningkat signifikan dibanding tahun 2017, 2018.
Sementara Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) terjadi penurunan dari sebelumnya diangka 70,07% menjadi 67,02%. Selanjutnya untuk angka harapan hidup dibanding provinsi Jateng dan Nasional, Demak mempunyai presentasi lebih tinggi melampauinya dan meningkat dari tahun sebelumnya tahun 2017 dan 2018 yakni diangka 75,32%.
“Untuk indeks perempuan di parlemen angkanya menurun dibanding tahun 2018, kemudian untuk sumbangan pendapatan perempuan masih relatif kecil diangkat 38,77% artinya laki-laki masih dominan”, ungkap Sekda.
Sementara itu Wabup Demak, Joko Sutanto menyampaikan bahwa pihaknya sudah lelah, karena sudah lebih dari satu tahun tidak bisa melaksanakan kunjungan secara langsung.
“Walaupun hanya bertemu lewat daring, tapi kami masih memiliki semangat juang untuk memajukan wanita-wanita Indonesia, pengarusutamaan gender, inilah yang kami tuju hari ini. Dan Kami juga menunggu tim untuk datang ke Demak agar membuktikan apa yg sudah dipaparkan hari ini”, ungkap Wabup.
Selanjutnya dalam pelaksanaan verifikasi oleh verifikator independen, Yurni Satria menuturkan maksud dan tujuan verifikasi adalah untuk memverifikasi dan melihat lebih dalam tentang data dan informasi pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di wilayah masing berdasarkan isian formulir melalui aplikasi Anugerah Parahita Ekapraya yang telah diterima dengan harapan dapat memperoleh data dan informasi yang lebih lengkap, komprehensif dan obyektif sebagai bahan pertimbangan dalam mengkoordinasikan calon penerimaan APE tahun 2020 yang merupakan sebuah penghargaan apresiasi dari Pemerintah Pusat.(prokompim).

