Studi Banding ke Magelang, Pemkab Demak Tingkatkan Kapasitas Relawan TAGANA

 

Demak – Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P2PA) menggelar kegiatan Studi Banding Relawan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) di Aula Dinsos P2PA, Jumat (5/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E., Plt. Kepala Dinsos P2PA Agus Herawan, S.IP., M.M., Kabid Linjamsos Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, serta para relawan TAGANA Kabupaten Demak.

Dalam laporannya, Plt. Kepala Dinsos P2PA Agus Herawan menyampaikan bahwa TAGANA merupakan relawan sosial yang berasal dari masyarakat dan memiliki kepedulian tinggi terhadap penanggulangan bencana. TAGANA dibina langsung oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia dan berperan aktif membantu pemerintah serta masyarakat dalam berbagai tahapan penanggulangan bencana.

“TAGANA memiliki tugas dan fungsi yang sangat penting, mulai dari pra-bencana, saat tanggap darurat, hingga pasca-bencana. Selain itu, TAGANA juga berperan dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana,” ujarnya.

Agus menambahkan, kegiatan studi banding ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi para relawan untuk mengadopsi berbagai program unggulan yang telah diterapkan oleh TAGANA Kabupaten Magelang. Dengan demikian, kualitas dan kapasitas TAGANA Kabupaten Demak dapat terus meningkat. Kegiatan tersebut diikuti oleh 47 peserta.

Sementara itu, Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh relawan TAGANA yang selama ini selalu hadir dan siap siaga membantu masyarakat Kabupaten Demak dalam berbagai situasi kebencanaan.

“Terima kasih kepada teman-teman TAGANA yang selalu siap siaga untuk Kabupaten Demak. Peran panjenengan semua sangat berarti bagi masyarakat,” ungkap Bupati.

Bupati menjelaskan bahwa kegiatan studi banding ini merupakan bentuk penghargaan sekaligus upaya Pemerintah Kabupaten Demak dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia para relawan melalui pembelajaran langsung dari daerah lain yang memiliki praktik baik dalam penanggulangan bencana.

Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya memberikan perhatian kepada para relawan karena keberadaan mereka memiliki peran strategis dalam mendukung penanganan kebencanaan di Kabupaten Demak.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti kondisi banjir yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Demak. Ia menyampaikan bahwa sejak tahun 2024, sebagian besar kejadian banjir dipicu oleh jebolnya tanggul sungai. Untuk itu, Pemkab Demak terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Pusat, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna melakukan normalisasi sungai dan perbaikan alur sungai secara berkelanjutan.

“Kami terus berkoordinasi untuk melakukan normalisasi secara masif, mulai dari reboisasi di wilayah hulu hingga normalisasi sungai di wilayah hilir. Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam mengurangi risiko banjir di Kabupaten Demak,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Bupati kembali menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin antara TAGANA dan Dinsos P2PA Kabupaten Demak dalam membantu masyarakat, khususnya saat terjadi bencana.

“Semoga sinergi yang baik ini terus terjaga dan seluruh relawan TAGANA senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta keberkahan dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” pungkasnya. (Prokompim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *