
Pemerintah Kabupaten Demak kembali mendapat penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Tahun 2024. Penghargaan diserahkan langasung oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Fitria Nurlaila Pulukadang kepada Pemkab Demak yang diterima Sekda Akhmad Sugiharto di sela peringatan HUT Ke-56 BPJS Kesehatan Cabang Semarang di Sport Center, Stadion Demak Istimewa. Jumat (19/07/2024).
Diketahui, Pemkab Demak berada di angka 99,06 atau sebanyak 1.234.396 penduduk telah memiliki jaminan kesehatan.
Acara juga diisi jalan sehat serta pengukuran kebugaran jasmani (Rockport) dengan aplikasi Sistem Informasi Pengukuran Kebugaran (SIPGAR).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Fitria mengatakan, penghargaan tersebut merupakan sebuah prestasi membanggakan Kabupaten Demak, karena berturut-turut berhasil mempertahankan predikat UHC di tahun 2024, di mana persentase peserta JKNlebih dari 99 persen.

“Hal ini sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Berdasarkan RPJMN 2020-2024,” terang Fitria.
Dijelaskan, BPJS Kesehatan melakukan berbagai strategi penguatan rekrutmen peserta di berbagai segmen. Termasuk peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Pekerja Penerima Upah (PPU) di tingkat desa melalui Program Petakan, Sisir, Advokasi, dan Registrasi (Pesiar).
Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat di daerah pedesaan juga terdaftar sebagai peserta JKN.
Sementara itu Sekda Demak Akhmad Sugiharto menyampaikan, kesehatan merupakan aspek penting dalam kehidupan yang harus senantiasa dijaga dan ditingkatkan.
Salah satu upaya untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani, baik kebugaran jantung dan paru-paru, maka perlu dilakukan tes kebugaran.
“Oleh karenanya, saya sangat mengapresiasi pelaksanaan tes kebugaran kali ini sebagai salah satu upaya untuk mengetahui kondisi fisik dan sebagai langkah awal dalam meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh,” katanya.
Ia juga menyebut, Pengukuran kebugaran jasmani dapat dilakukan dengan metode rockport, yaitu lari kecil sejauh 1,6 kilometer dengan menggunakan aplikasi SIPGAR.
“Aplikasi tersebut dapat melakukan pengukuran kesehatan secara lebih akurat, efisien, dan terdokumentasi dengan baik,” ungkapnya.
Sekda Sugiharto menambahkan, bahwa tubuh yang sehat adalah modal utama untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan produktif dan berkualitas.
“Mari bersama-sama menjadikan kebugaran sebagai gaya hidup yang tak terpisahkan,” pungkasnya. (Prokompim)

