
DEMAK – Pemerintah Kabupaten Demak terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat agar semakin bijak, aman, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan berbagai layanan keuangan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Edukasi Literasi dan Inklusi Keuangan yang digelar di Pendopo Satya Bhakti Praja, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 250 peserta dari unsur pelajar, mahasiswa, pedagang/UMKM, Komunitas Informasi Masyarakat (KIM), serta berbagai komunitas tersebut menghadirkan narasumber dari OJK Provinsi Jawa Tengah, Duta Literasi dan Inklusi Keuangan (DILAN) Jateng perwakilan Kabupaten Demak, Bank Jateng, dan PT Pegadaian.
Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E. saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa kemudahan akses terhadap layanan keuangan harus diimbangi dengan pengetahuan dan kehati-hatian masyarakat dalam menggunakannya.
Menurutnya, perkembangan teknologi telah membuat berbagai layanan keuangan semakin mudah diakses, termasuk melalui layanan digital. Kemudahan tersebut perlu dimanfaatkan secara bijak sesuai kebutuhan.
“Terutama bagi generasi muda, mari membiasakan diri mengelola keuangan secara bijak dan bertanggung jawab,” pesannya.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan dan kejahatan keuangan yang memanfaatkan perkembangan teknologi.
Masyarakat diminta tidak mudah tergiur dengan tawaran yang tidak jelas serta tidak memberikan data pribadi kepada pihak lain, termasuk KTP, PIN maupun kode OTP.
Selain itu, Bupati mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjauhi judi online yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi diri sendiri maupun keluarga.
“Jangan mudah tergiur dengan tawaran yang tidak jelas. Data pribadi seperti KTP, PIN dan OTP jangan diberikan kepada orang lain,” tegasnya.
Di sisi lain, perkembangan sistem pembayaran digital juga dinilai memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat. Penggunaan QRIS, misalnya, memungkinkan transaksi dilakukan secara praktis tanpa harus membawa uang tunai.
Sementara itu, Kabag Perekonomian dan SDA Setda Demak Ahmad Nur Azizul Miftah, S.T., M.M. dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya meningkatkan pemahaman masyarakat dalam memilih dan menggunakan produk serta layanan keuangan secara bijak, aman, dan sesuai kebutuhan.
Berdasarkan SNLIK 2026, tingkat literasi keuangan Jawa Tengah mencapai 72,83 persen, sedangkan inklusi keuangan mencapai 95,59 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap layanan keuangan sudah tinggi sehingga perlu diimbangi dengan peningkatan pemahaman dalam penggunaannya.
Sebagai bentuk implementasi inklusi keuangan, dalam kegiatan tersebut juga difasilitasi pembukaan rekening Bank Jateng bagi 40 peserta serta Tabungan Emas Pegadaian bagi 40 peserta..
Melalui penguatan literasi keuangan, masyarakat diharapkan tidak hanya semakin mudah mengakses layanan keuangan, tetapi juga mampu memilih layanan yang legal, aman, dan sesuai kebutuhan, sehingga dapat mendukung kesejahteraan keluarga serta perekonomian masyarakat Demak. ujarnya (Prokompim)

