Kepala BNPB : Modifikasi Cuaca, Strategi Atasi Banjir Kabupaten Demak

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M Didampingi Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E. mengunjungi Posko Korban Terdampak Banjir di Posko SMK Ganesha Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Rabu (21/02/2024).

Suharyanto menjelaskan, proses penanganan banjir di Demak cepat terkendali salah satunya berkat TMC dan penutupan tanggul.

“Disamping air sungai ditutup tanggulnya, diatas juga hujan dikurangi dengan mengurangi datangnya hujan, dengan memodifikasi cuaca dan akan kami perpanjang sampai dua hari kedepan agar debit air tidak terlalu banyak,” tuturnya.

Lebih lanjut, Suharyanto mengatakan tanggul yang jebol sudah tertutup, dan para pengungsi secara berangsur-angsur beberapa sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

“Kebutuhan dasar para pengungsi selalu dimonitor dari pusat, karena hal tersebut sesuai dengan petunjuk Presiden joko widodo. Kami prioritaskan tempat penampungan (pengungsi) rata-rata sudah lebih baik. Kemudian kebutuhan dasar bagi pengungsi juga terpenuhi seperti makan, minum, MCK,” ucapnya.

Selain itu, Pihaknya menyebut BNPB bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) bahu membahu menerjunkan pompa air untuk mempercepat surutnya debit air yang merendam rumah warga dan jalan umum.

“Kami dari pusat (BNPB), PUPR, BPBD Prov. beserta Pemerintah Daerah membawa seluruh pompa air untuk menyedot air yang masih menggenang dirumah-rumah warga sehingga air dapat disedot dan dikeluarkan,” imbuhnya.

Suharyanto juga mengungkapkan, BNPB juga akan menyiapkan perbaikan rumah bagi warga yang terdampak banjir sesuai dengan tingkat kerusakan yang dialami.

“Seperti bencana di tempat lain, bencana banjir juga akan diberikan. Nanti ada spesifikasi rusak berat 60 juta, rusak sedang 30 juta dan rusak ringan 15 juta. Nanti itu tahap berikutnya setelah tanggap darurat memasuki rehabilitasi dan rekonstruksi,” pungkasnya.

Tercatat pengungsi yang masih berada di pengungsian sampai dengan 21 Februari sebanyak 161 dari 332 sejak awal terjadinya banjir Sabtu dini hari 10 Februari kemarin dari Desa wonoketingal, Desa Wonorejo, dan Desa Cangkring.

Setelah itu, rombongan bertolak ke lokasi di wilayah Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak, untuk melihat proses penyedotan air dengan menggunakan pompa air dan ke lokasi perbaikan tanggul di Sungai Wulan yang sedang dalam proses pekerjaan pasca terdampak banjir beberapa waktu lalu. (Prokompim)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *