Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E., bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Demak menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Forkopimda Jawa Tengah yang bertajuk “Menjaga Kondusifitas Wilayah Jawa Tengah Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Mudik Lebaran, dan Arus Balik Tahun 2025”, bertempat di Gedung Grhadhika Bhakti Praja, Semarang, pada Senin (17/3/2025).
Rakor yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., tersebut bertujuan menyatukan strategi seluruh elemen terkait untuk memastikan perayaan Idul Fitri serta arus mudik dan balik berjalan aman, tertib, dan lancar.
Dalam Rakor tersebut terungkap bahwa Jawa Tengah diprediksi akan menerima sekitar 17,9 juta pemudik dengan 1,8 juta kendaraan masuk. Menyikapi hal ini, Gubernur Luthfi menegaskan kesiapan infrastruktur jalan, yang terdiri dari 100 persen jalan nasional dalam kondisi baik, 99 persen jalan provinsi, dan 79,5 persen jalan kabupaten, serta terus dilakukan percepatan perbaikan yang ditargetkan rampung sebelum Lebaran.
Pengamanan arus mudik dan balik menjadi fokus utama Rakor, dengan penerjunan 12.322 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait. Selain itu, guna mengurai potensi kemacetan, diterapkan berbagai rekayasa lalu lintas seperti one way, contraflow, dan ganjil-genap di jalur tol utama.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama para pemangku kepentingan juga menyediakan fasilitas mudik gratis berupa 262 unit bus dari Jakarta (TMII), 22 bus dari Bandung, serta 18 gerbong kereta api, untuk mempermudah masyarakat pulang ke kampung halaman.
Rakor juga menyoroti kesiapan pengamanan di berbagai titik rawan, seperti pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga tempat wisata. Tak hanya itu, Rakor turut membahas antisipasi bencana alam, potensi kerawanan sosial, dan ketahanan pangan menghadapi tingginya mobilitas dan kebutuhan logistik masyarakat menjelang Idul Fitri.
Gubernur Luthfi menegaskan bahwa pengamanan Lebaran 2025 melibatkan sinergi erat TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder untuk mencegah berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk tindak kejahatan dan terorisme.
Hadir pula dalam Rakor tersebut perwakilan dari berbagai sektor vital, antara lain PT KAI, Jasa Marga, Pertamina, PLN, Bulog, Jasa Raharja, serta lembaga vertikal lainnya, yang turut menyampaikan kesiapan sektor masing-masing, mulai dari penyediaan BBM, listrik, logistik pangan, hingga moda transportasi darat, laut, dan udara.
Bupati Demak, yang hadir bersama Wakil Ketua 2 DPRD, Dandim 0716/Demak, Kajari Demak, dan Kapolres Demak, menyatakan komitmen penuh mendukung kebijakan dan langkah pemerintah provinsi.
Dengan sinergitas lintas sektor ini, diharapkan pelaksanaan mudik dan balik Lebaran 2025 di Jawa Tengah dapat berlangsung aman, lancar, dan kondusif, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh suka cita bersama keluarga.
Rakor ini menjadi wujud nyata kolaborasi pemerintah daerah, aparat keamanan, dan lembaga terkait, dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, khususnya bagi para pemudik yang akan pulang ke kampung halaman. (Prokompim)
