Jateng Gayeng, Cegah Penularan HIV AIDS dengan Perkuat Edukasi Pada Masyarakat

HIV (human immunodeficiency virus) /AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) adalah virus yang dapat menimbulkan dampak buruk terhadap pembangunan secara keseluruhan. Selain itu pengidap penyakit HIV/AIDS selalu saja dikucilkan. Dampak dari HIV/AIDS sendiri bagi negara tentunya sangat mengerikan karena hal itu telah menyebabkan kenaikan angka kesakitan dan kematian penduduk.

Hal tersebut di ungkapan oleh Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E. pada Pertemuan Koordinasi Kelompok Kerja (POKJA) komisi penanggulangan AIDS di Kabupaten Demak, di Gedung Grhadika Bina Praja, Kamis (08/12/2022).

Bupati Eisti juga mengajak untuk semua sektor agar bersama-sama mengahadapi dan mencegah penyakit HIV, sehingga tidak semakin meluas dengan menggunakan cara edukasi dan upaya preventif.

Tidak hanya sektor kesehatan saja, semua sektor tentu bisa berpengaruh karena adanya HIV/AIDS tersebut, semua komponen baik pemerintah, swasta, dan masyarakat. Sehingga HIV/AIDS ini harus benar-benar di keroyok bersama.

“Kalau kita tanggulangi sendiri akan susah untuk menanggulanginya, tetapi kita bisa berkoordinasi dan bekerjasama lintas sektor ini tentunya akan mempermudah kita dalam mencegah HIV/AIDS. Dan tentunya hal tersebut berdampak buruk terhadap pembangunan sosial ekonomi, usia harapan hidup menjadi pendek. ” Kata Bupati Eisti.

Bupati Eisti berharap agar semua pihak dapat benar-benar bersinergi untuk dapat meraih tri zero, dan di tahun 2030 tidak ada lagi kasus HIV, tidak ada lagi kasus kematian karena HIV, dan tidak ada lagi diskriminasi terhadap orang pengidap HIV.

“Kita sebagai yang punya kepentingan disini benar-benar bisa mengatur semuanya dan memfasilitasi semua bagaimana caranya biar tidak semakin menyebar lagi.” tuturnya.

Diketahui, pada tahun 2022 terdapat penambahan sebanyak 72 kasus baru pada usia produktif ibu hamil dan ibu rumah tangga.

“Hal ini terjadi tentu karena kurangnya edukasi terhadap masyarakat sehingga saya meminta kepada seluruh anggota KPA untuk selalu memperkuat komitmen antar OPD ataupun instansi, dan selalu perluas akses masyarakat pada layanan skrining, diagnostik, dan pengobatan HIV/AIDS dan penyakit menular seksual yang komprehensif dan bermutu.” Pungkasnya. (Prokompim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *