DEMAK – Pemerintah Kabupaten Demak menggelar Malam Puncak Kemerdekaan Republik Indonesia bertajuk “Harmoni Kemerdekaan” Tahun 2026 di Alun-Alun Demak. Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E., Wakil Bupati Demak, Dandim 0716/Demak, Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Komisi D DPRD, kepala OPD dan camat se-Kabupaten Demak, serta masyarakat Kabupaten Demak.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, Dra. Endah Cahyarini, M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Harmoni Kemerdekaan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan karya dan kreativitas.
“Berbagai hiburan telah disaksikan bersama, dan masih ada rangkaian acara berikutnya, seperti Ruang Juang, Fire Dance, serta persembahan Campursari,” ujarnya.
Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak dan seluruh elemen lintas sektor di Kabupaten Demak.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kabupaten Demak yang turut menyukseskan rangkaian peringatan kemerdekaan.
“Teruslah semangat dan saling berkarya, saling menguatkan, demi terwujudnya Demak yang semakin bermartabat, maju, dan sejahtera,” pesannya.
Sementara itu, Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E., mengatakan bahwa menjadi kebahagiaan tersendiri dapat berkumpul bersama masyarakat Demak dalam momentum Harmoni Kemerdekaan.
Menurut Bupati, kemerdekaan bukan sekadar kebebasan untuk merayakan, tetapi juga harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama.
“Semangat kemerdekaan harus kita wujudkan dalam bentuk solidaritas, kepedulian, gotong royong, dan kemanusiaan. Inilah nilai-nilai yang sejak dahulu menjadi kekuatan bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Bupati menilai pemilihan Alun-Alun Demak sebagai lokasi acara memiliki makna tersendiri. Pemerintah Kabupaten Demak ingin menghadirkan perayaan kemerdekaan yang menyatu dengan masyarakat, tanpa sekat antara pemerintah dan warga.
“Kami ingin malam ini menjadi ruang bersama. Ruang di mana pemerintah dan masyarakat tidak berjarak. Siapa pun bisa hadir, menyaksikan, menikmati, dan ikut merasakan kegembiraan kemerdekaan,” katanya.
Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, gedung, maupun infrastruktur. Lebih dari itu, pembangunan juga menyangkut manusia, budaya, kreativitas, persaudaraan, serta rasa memiliki terhadap daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga berharap panggung Harmoni Kemerdekaan dapat menjadi ruang untuk menjaga sekaligus mengembangkan kekayaan budaya Kabupaten Demak. Generasi muda diharapkan semakin bangga terhadap budaya daerah dan turut memastikan seni tradisi tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Jangan sampai setelah perayaan kemerdekaan berakhir, semangat kebersamaan kita ikut berakhir,” tegasnya.
Bupati mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum peringatan kemerdekaan sebagai energi baru untuk terus saling membantu, saling menghargai, menjaga persatuan, dan bersama-sama membangun Kabupaten Demak.
Malam Puncak Harmoni Kemerdekaan 2026 juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dan hiburan, di antaranya Tari Kidung Pertiwi, Rantai Tari Nusantara, Ruang Juang, Fire Dance, serta persembahan Campursari.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Demak berharap semangat kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni, tetapi terus tumbuh menjadi semangat kebersamaan dan kekuatan masyarakat dalam membangun Demak yang maju, bermartabat, dan sejahtera. (Prokompim)
