
Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E. sangat mengapresiasi dengan penyelenggaraan kegiatan Rapat koordinasi yang memiliki nilai yang strategis, utamanya dalam menyamakan persepsi dan tujuan terkait penyaluran BLT DBHCHT.
“Kita semua harus pastikan bahwa proses penyaluran BLT yang bersumber dari DBHCHT mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan selalu mematuhi koridor aturan perundang-undangan yang berlaku,” tutur Bupati Eisti setelah membuka Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Pencairan BLT CBHCHT Tahun Anggaran 2023 yang digelar di Pendopo Satya Bhakti Praja Kabupaten Demak. Rabu (22/02/2023).
Ditambahkan, menurut Instruksi Presiden Joko Widodo terkait angka kemiskinan dan stunting ditargetkan pada tahun 2024 sudah selesai. Maka dari itu Bupati Eisti meminta pada saat melakukan validasi dan verifikasi data penerima BLT DBHCHT dilakukan dengan sangat teliti serta seksama, agar dalam tahap penyalurannya tidak menimbulkan permasalahan.
“Panjenengan semua dikumpulkan tidak hanya satu agenda saja, tapi lebih ke verifikasi dan validasi data-data kemiskinan ekstrim. Karna kemarin sudah dilaporkan ke kami ada 3000an KK, tapi jadi membengkak sampai 7000an KK. Otomatis target RTLH nanti akan naik, maka dari itu data itu sangat penting dengan melakukan verifikasinya terlebih dahulu,” ungkapnya.
Bupati Eisti menerangkan, jikalau bisa mengandalkan dari APBD, Dana DBHCHT, serta Bantuan RTLH dari Provinsi/ Pusat, maka Pemkab bisa memberikan sesuai dengan data penerima yang dibutuhkan.
“Dana Bagi Hasil Cukai semakin tahun semakin naik. Bukan karena banyak perokoknya, dikarenakan hasil cukainya yang mengalami kenaikan di Kabupaten Demak,” pungkasnya.
Sementara itu Wakil Bupati Demak, Ali Makhsun menyampaikan, percepatan penurunan angka stunting ditargetkan di tahun 2024 harus dibawah 14%. Untuk itu, Wabup Demak meminta untuk bersama-sama guyub cegah stunting.
Untuk penyaluran BLT, Lanjutnya, sangat penting karena saat ini sedang menghadapi perkembangan ekonomi global kurang jelas. Bahkan resesi ekonomi melanda seluruh dunia saat ini, tentu termasuk indonesia.
“BLT ini diharapkan bener-bener tepat sasaran dan bisa membantu masyarakat yang membutuhkan. Saya berharap kepada para buruh pabrik rokok atau para petani tembakau agar tetap semangat bekerja. Mudah-mudahan kebijakan apapun secara ekonomi dapat mendongkrak penghasilannya,” kata Wabup.
Pada kesempatan tersebut Drs. Eko Pringgolaksito, M.Si selaku Ketua Penyelenggara serta Kepala Dinsos P2PA Demak menjelaskan, Program Perlindungan dan Jaminan Sosial serta Penanggulangan Kemiskinan Dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat, Kesejahteraan Ekonomi bagi Warga Miskin serta Penguatan Kelembagaan khususnya dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Demak dituntut untuk bisa dilaksanakan secara demokrati, berkeadilan yang dibiayai dari berbagai sumber baik dari APBN, APBD, atau APBDes.
“DBHCHT adalah bagian dari transfer Pemerintah Daerah yang sekarang ini masih kita tunggu, yang Insyallah dalam waktu dekat akan segera ditransfer dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah dan akan kita salurkan kepada para penerima Bantuan Langsung Tunai di Kabupaten Demak yang berjumlah 7.700an lebih,” Imbuhnya.
Turut hadir Sekda Demak Akhmad Sugiharto, S.T., M.T., Kepala Biro ISDA Jateng Dadang Somantri, ATD, MT, Kepala Dinnakerind Demak Agus Kriyanto, S.E., MM., Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Demak Arief Sudaryanto, S.Sos , M.Si, serta para peserta dari operator Desa Se-Kabupaten Demak dan TKSK Demak.

