
Demak – Peningkatan tren kasus penderita covid-19 di Jawa Tengah terjadi pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Puncak kenaikan kasus terjadi pada minggu pertama Juni 2021. Menindaklanjuti hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, S.H, M.IP menggelar Acara Rakor Satgas Penangangan Covid-19 bersama Bupati dan Forkopimda se-Jawa Tengah. Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah SE bersama Forkopimda turut hadir dalam acara tersebut melalui zoom meeting, Senin (7/6/21) di Command Center.
Sekda Provinsi Jawa Tengah Tengah dalam paparannya mengatakan bahwa cakupan vaksinasi Demak cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan data cakupan vaksinasi demak diatas rata-rata Jawa Tengah (38,80%) sebesar 41,19%.
Lebih lanjut, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah menghimbau Kabupaten Demak untuk waspada mengingat Kabupaten Kudus sebagai tetangga wilayah sudah masuk dalam zona dengan merah. Wujud imbauan berupa penutupan lokasi wisata, memperketat pemberlakuan PPKM Mikro dan peningkatan sosialiasi dan edukasi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan 5M.
Sementara itu, Bupati Demak memberikan usulan Kepada Gubernur Jawa Tengah dalam upaya menekan peningkatan covid-19 di Kabupaten Demak. Usulan berupa tempat Isolasi terpusat, permohonan adanya space untuk rujukan pasien covid-19 ke Rumah Sakit di Semarang serta penambahan vaksin.
“Tempat isolasi secara terpusat di Kabupaten Demak masih terbatas sehingga perlu adanya tempat tambahan sebagai antisipasi lonjakan penderita covid.” Pungkasnya.
Acara ditutup dengan imbauan Gubernur Jawa Tengah kepada Bupati dan Forkopimda se-Jawa tengah untuk menganalisis faktor penyebab adanya kenaikan penderita covid-19 di masing-masing daerah. Selain itu, beliau juga mengajak agar masyarakat agar waspada dengan varian baru covid-19 yang penyebarannya relatif cepat. (Prokompim)

