Menjelang Idulfitri dan menghadapi panen raya, pemerintah pusat dan daerah menggelar Rapat Koordinasi di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, guna membahas ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok. Rapat ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Perdagangan, Wakil Menteri Pertanian, Kepala Badan Pangan Nasional, serta seluruh bupati dan wali kota di Jawa Tengah.
Dalam rapat tersebut, Bupati Demak, Dr. Hj. Eisti’anah, S.E., menegaskan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Salah satu isu utama yang diangkat adalah pentingnya normalisasi Sungai Sipon Gajah Karanganyar sebagai langkah strategis dalam mengatasi banjir yang berdampak pada sektor pertanian di Kabupaten Demak.
“Banjir yang terjadi sebelumnya telah menyebabkan kerusakan lahan pertanian. Presiden Joko Widodo telah meninjau lokasi, namun hingga kini belum ada tindakan nyata. Kami berharap ada tindak lanjut segera untuk normalisasi sungai ini guna menjaga ketahanan pangan di Demak,” ujar Bupati Eisti’anah.
Rapat yang berlangsung pada (20/3/2025) ini juga membahas strategi pengelolaan panen raya agar hasil produksi terserap optimal. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dr. (H.C.) H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M., menekankan bahwa dengan surplus beras Jawa Tengah mencapai 3,5 juta ton, kepala daerah harus melakukan rapat mingguan guna memastikan kelancaran penyerapan hasil pertanian. Pemerintah pun menargetkan Bulog untuk menyerap 700 ribu ton beras hingga akhir Maret 2025.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyoroti tantangan infrastruktur irigasi yang hanya dalam kondisi baik sebesar 33% dari luas baku sawah yang ada. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur pertanian menjadi fokus utama guna meningkatkan ketahanan pangan di wilayahnya. Ia juga menyampaikan bahwa Jawa Tengah diprediksi mengalami surplus pangan di tahun 2025.
Selain itu, diskusi rapat turut membahas berbagai tantangan di sejumlah kabupaten. Kabupaten Pati menghadapi kendala serapan Bulog, sementara Kabupaten Klaten mengusulkan pembangunan embung guna mengatasi permasalahan air. Kabupaten Jepara meminta pengembangan smart irigasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Sementara itu, Kabupaten Grobogan melaporkan dampak banjir yang menyebabkan banyak tanaman rusak, dan Kabupaten Pemalang membutuhkan dukungan dalam mengatasi rob yang mengancam hasil pertanian.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan pentingnya perencanaan pertanian yang matang dengan target luas tanam tambahan di Jawa Tengah mencapai 235.862 hektar. Ia juga mengingatkan bahwa tengkulak dilarang membeli gabah di bawah Rp6.500/kg demi menjaga kesejahteraan petani.
Rapat koordinasi ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan ketahanan pangan serta stabilitas harga menjelang Idulfitri dan menghadapi panen raya. Harapan besar disematkan pada pemerintah agar segera merealisasikan berbagai kebijakan dan infrastruktur yang dibutuhkan demi mendukung kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional. (Prokompim)
