Bupati Natsir Resmikan Pasar Desa Mlaten Mijen

Bupati Demak, HM. Natsir resmikan pasar Desa Mlaten Kecamatan Mijen, Selasa (23/3/2021). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Bupati didampingi Wakil Bupati, Forkopimda, Sekda Demak, para asisten Sekda, pimpinan dan jajaran direksi BUMD, para Camat dan para kepala desa. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lokasi pasar.

Selain peresmian pasar, dalam kesempatan tersebut juga digelar pasar murah berupa pemberian subsidi sembako murah sebanyak 1.100 paket dan sembako gratis sebanyak 200 paket.

Kepala Dindagkop dan UKM, Drs. Iskandar Zulkarnain, MM dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan dilaksanakan dalam rangka  memperingati Hari Jadi Kabupaten Demak Ke 518, disamping juga untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dengan sembako murah bersubsidi mengingat pandemi covid-19 yang sampai saat ini berdampak pada menurunnya perekonomian masyarakat.

“Paket sembako berupa beras, mie, kecap, minyak goreng seharga 100 ribu dapat ditebus warga seharga 50 ribu, “ujarnya. Adapun terkait peresmian pasar Desa Mlaten, pihaknya berharap agar pasar tersebut bisa menjadi sentra perekonomian desa.

Sementara itu, Wakil Bupati Demak, Drs. Djoko Sutanto dalam sambutannya mengungkapkan peringatan Hari jadi Kabupaten Demak merupakan momentum yang luar biasa untuk Demak.

“Kemarin tasyakuran pembangunan TPA, ini suatu karya besar untuk menanggulangi sampah. Berkat restu seluruh masyarakat Demak, akhirnya kami, bupati dan wabup serta seluruh OPD berhasil menyiapkan TPA,” ungkapnya.

Terkait peresmian pasar, beliau berpesan kepada warga untuk merawatnya dengan baik. Mulai dari aspek kebersihan agar keberlangsungan kios dapat memberi manfaat untuk kemakmuran Desa Mlaten dan sekitarnya.

Mengakhiri sambutannya, pihaknya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada BUMN, BUMD, pelaku usaha yang telah memberikan bantuan.

“Semoga bantuan sembako tersebut bisa meringankan beban masyarakat di beberapa desa di kecamatan Mijen, Bonang, Karanganyar dan Wedung. Pandemi ini memang memberi dampak yang luar biasa, tapi kita tetap harus bersyukur karena diberi kondisi alam yang luar biasa, sehingga kita masih mampu bertahan, “pungkasnya. (prokompim).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *