
DEMAK – Tak boleh ada anak kehilangan masa depan karena tidak bersekolah. Pemerintah Kabupaten Demak meluncurkan Gerakan Terpadu Temukan, Layani, Ajak, dan Integrasikan (Gardu Teladan) untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) sekaligus memastikan setiap anak memperoleh kesempatan pendidikan.
Gerakan tersebut diluncurkan Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E., di Pendopo Kabupaten Demak, Rabu (21/10/2026), dengan melibatkan perangkat daerah, camat, kepala desa, satuan pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, S.T., M.T., menyampaikan bahwa berdasarkan data awal terdapat 6.353 anak terduga tidak sekolah yang tersebar di 249 desa/kelurahan. Data tersebut akan diverifikasi dan divalidasi agar penanganan sesuai kondisi serta kebutuhan masing-masing anak.
Melalui Gardu Teladan, pemerintah melakukan penelusuran, pendampingan, dan penguatan motivasi agar anak kembali mengakses pendidikan, baik melalui jalur formal maupun nonformal, termasuk program Paket A, Paket B, dan Paket C. Keterbatasan ekonomi, persoalan keluarga, akses pendidikan, serta pengaruh lingkungan menjadi sejumlah faktor yang perlu ditangani bersama.
Bupati Eisti’anah menegaskan, upaya penuntasan ATS tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Diperlukan komitmen dan sinergi berkelanjutan agar semakin banyak anak kembali bersekolah dan memiliki bekal pengetahuan serta keterampilan untuk masa depan.
Melalui gerakan “Bocah Demak Kudu Sekolah”, Pemkab Demak mengajak seluruh elemen masyarakat turut mengambil peran. Keberhasilan program ini bukan sekadar dilihat dari banyaknya anak yang terdata, melainkan dari anak-anak yang kembali belajar, melanjutkan pendidikan, dan mampu menyelesaikannya.
Gardu Teladan menjadi langkah nyata mewujudkan Demak yang lebih peduli terhadap pendidikan, memperluas kesempatan belajar, serta menyiapkan generasi berkualitas demi masa depan Kabupaten Demak. (Prokompim)

