55 Santri Ponpes Al Ishlah Demak Khatam Jurumiyah dan Imrithi

Bupati Demak HM. Natsir dan Forkopimda Demak serta jajaran Kyai, sesepuh alim ulama di Kabupaten Demak menghadiri pengajian umum dalam rangka Khotmil kutub dan haflah akhirussanah serta haul K.H. Aly Hafidz Ke 89 dan K.H. Fadhol Aly ke 7 di Ponpes Al-Ishlah Sempal Wadak Bintoro Demak, Jumat (14/6) .
Natsir mengajak semua yang hadir untuk berdoa bersama mengenang jasa-jasa beliau Al Maghfurlah pengasuh Ponpes Al Ishlah KH. Aly Hafidz dan KH Fadhol Aly. “Semoga mendapatkan tempat yang layak disisi Allah SWT dan kita senantiasa mendapatkan petunjuk di jalan kebenaran dari agama islam yang kita anut sebagai landasan membangun daerah,” katanya.
Pada kesempatan itu Bupati Natsir juga menyampaikan, ajaran agama islam memiliki peran penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Demak. Terlebih lagi untuk keberlangsungan pembangunan secara seutuhnya. Terutama dari aspek pembangunan mental dan spiritualnya.
Ia berharap pemuka tokoh agama islam di wilayah Kabupaten Demak dapat terus konsisten membawa umatnya dalam sikap toleransi sehingga akan terwujud Kabupaten Demak yang nyaman, tentram, sejuk dan damai.
Pengasuh Ponpes Al Islah Aly Mashar menjelaskan, santri yang Khotmil kutub berjumlah 55 santri terdiri dari santriwan berjumlah 22 orang dan santriwati 33 orang. “Alhamdulillah santri kami telah khatam Jurumiyah dan Imrithi, semoga ilmu yang mereka peroleh bisa bermanfaat dan mendapatkan keberkahan oleh Allah SWT,” ungkapnya.
Sementara, Perwakilan Biro Kesra Provinsi Jawa Tengah Muhammad Maksum, S.Sos yang membacakan sambutan tertulis Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maemun menganjurkan untuk memaksimalkan mencintai, membaca, mendalami, menghayati dan mengamalkan Al Quran. Selain itu, hadirin diminta untuk membudayakan membaca Al Quran sebagai dari bagian kehidupan, baik secara pribadi maupun keluarga. “Kalau memungkinkan menjalar di kalangan terdekat baik tetangga maupun teman kerja. Tentu saja diwaktu senggang sehingga tidak mengganggu jam kerja atau dijadwalkan.” lanjutnya.
Dengan begitu, Taj Yasin berkeyakinan insyaallah bisa meningkatkan SDM yang berkualitas lahir, batin, moral dan spritual. Dengan demikian bisa mendukung bangsa Indonesia yang beriman dan bertakwa cerdas tidak saja dari segi intelektual melainkan juga spritual, emosional dan psikososial.
Pengajian khotmil, haul akhirussanah ditutup dengan mauidhoh hasanah KH. Haris Sodaqoh dari Semarang.
“Saat ini kita harus mengingat sejarah kyai sepuh. Perjalanan mereka selalu mulia memperjuangkan kebenaran dan memerangi kemungkaran, semoga kita sama-sama dijalan yang benar. Pada jaman dahulu, apabila ada santri yang menayakan masalah kepada salah satu kyai. Pasti kyai kembali menanyakan kepada santri, kamu sudah menanyakan Kyai siapa? dan jawabannya akan disetujui, sudah pasti sama dengan kyai yang kamu tanya. Begitu kompaknya kyai dan sesepuh jaman dulu. Kita sebenarnya sangat rindu dengan ketrentraman yang seperti dulu. Kemajuan segala bidang persatuan dan kesatuan bangsa selalu terjaga, tidak berpikir menjadi bercerai berai. Semoga negara kita tetap kokoh bersatu padu di dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia” terang Haris.
Adapun tamu kehormatan yang hadir diantaranya Ketua MUI Demak Drs. KH. Muhammad Asyiq, Ketua Takmir Masjid Agung Demak KH. Drs. Abdullah Syifa, K.H Nur Hamid Wijaya, KH. Abu Mansyur, KH. Nurul Huda dan masih banyak lainnya. (Humas Demak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *