Demak – Warga Kota Wali harus mampu menjadikan sosok Nabi sebagai panutan. Hal tersebut diungkapkan KH. Ali Subhan Ahmad Al Hafidz saat memberikan tausiyahnya pada pengajian jum’at (JIMAT) di Pendopo Satya Bhakti Praja, Jum’at (07/02/20).
“Kita semua harus bersyukur memiliki 25 Nabi yang bisa dijadikan panutan. Seperti Nabi Muhammad SAW dan Nabi Sulaiman. Keduanya merupakan orang pilihan yang mengajarkan kita untuk selalu bersyukur. Terlebih kita adalah warga Kota Wali. Maka sudah seyogyanya, warga Demak mampu menjadikan Islam sebagai pedoman hidup”.
Dalam tausiyahnya, K.H Ali Subhan Ahmad Al Hafidz juga menyampaikan tentang sejarah nabi Sulaiman. Beliau meminta kepada para jamaa’ah untuk belajar sejarah untuk bagaimana bisa mengetahui perjuangan dan bisa mengambil nilai-nilai perjuangan nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman tidak kurang bersyukur kepada Allah SWT atas segala karunia yang dilimpihkan kepadanya. Beliau sering malafalkan doa yang diabadikan dalam al-qur’an.
“Keteladanan dari Nabi Sulaiman yaitu yang sikapnya tetap rendah hati meski kerajaannya luas dan memiliki kekuasaan yang tinggi. Sehingga tidak mudah tergoda oleh kemewahan dunia”, Ujarnya.
Seperti diketahui, JIMAT merupakan pengajian rutin yang diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Hal ini selaras dengan visi Kabupaten Demak yang ingin menjadikan nilai-nilai agama melekat pada setiap kebijakan pemerintah dan perilaku masyarakat. Pengunjung pengajian rutinan ini adalah para TNI/Polri, ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Demak serta BUMN/BUMD di Kabupaten Demak.(*Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Demak)
