Wakil Bupati Demak Terima Kunjungan Kerja Bupati Kampar

Wakil Bupati Demak didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Asisten Pemerintahan dan kesra, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kadis Dinparta, serta perwakilan OPD Kabupaten Demak menyambut baik kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Kampar di Grhadika Bina Praja, Kamis (22/04/2021). Kabupaten tersebut berkunjung di Kabupaten Demak setelah sebelumnya melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Grobogan.

“Adapun kunjungan kami kemari, yang pertama untuk meningkatkan tali silaturahmi sesama kepala pemerintahan”, tutur Bupati Kampar, H. Catur Susanto, S.H yang menjadi pimpinan rombongan dari Kabupaten Kampar. Bupati Catur menjelaskan bahwa Kabupaten Kampar cukup luas dan penduduknya terbesar kedua di Provinsi Riau setelah Pekanbaru.

“Kabupaten Kampar juga termasuk sebagai penyangga, sama seperti Kota Demak. Seperempat perkebunan provinsi Riau itu ada di Kabupaten Kampar serta Sumber dayanya berupa minyak bumi dan minyak sawit, jadi diatasnya minyak dibawahnya minyak”, Imbuhnya.

Pihaknya juga ingin saling sharing dan bertukar pikiran dengan Kabupaten Demak. Konsep – konsep apa yang nantinya bisa diterapkan di Kabupaten Kampar begitu juga sebaliknya, serta seperti apa penanganan covid-19 di Kabupaten Demak.

Wakil Bupati Demak, drs, H. Joko Sutanto dalam sambutannya menyambut baik para rombongan. “Selamat datang, sugeng rawuh jauh-jauh Bapak/Ibu ‘keroyo-royo’ berkunjung ke Demak”, Sambut Wabup. Joko menuturkan bahwa Demak memang sebagai penyangga pangan nomor tiga di Jateng, penghasilan terbanyak dari padi.

Terkait penanganan covid-19, wabup mengatakan bahwa Demak dulu sempat berada di rangking ke 3 besar se-Jateng, sekarang sudah landai di ranking 8.

Sementara itu Sekda Demak, dr.Singgih Setyono, M.Kes menambahkan, kondisi kasus covid-19 di Kabupaten Demak per Tanggal 20 April 2021 jumlah total sebanyak 4.834. Kemudian untuk Jumlah desa berdasarkan zonasi, warna kuning 36 desa, hijau 212, dan merah 1. “Untuk PPKM Mikro yang digalakkan pak Gub Jateng, Demak diposisi 7. Sementara Vaksinasi Lansia masih sulit dan baru tercapai 24,48%”. Ungkap Sekda. (Prokompim).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *