Wakil Bupati Demak Buka Kegiatan Pencanangan Peduli Stunting

Demak – Wakil Bupati Demak, KH. Ali Makhsun, M.S.I. hadiri Pencanangan Mahasiswa Peduli Stunting dan Launching Dapur Sehat atasi Stunting di gedung pertemuan Balai Desa Temuroso Kecamatan Guntur, Sabtu 13 Agustus 2022.

Indonesia memiliki target untuk mencapai generasi emas di tahun 2045. Tentunya hal tersebut harus didukung oleh pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dimulai sejak 1000 hari pertama kehidupan agar mencegah anak terlahir tidak stunting.

Selain itu, Pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meluncurkan program Mahasiswa Peduli Stunting atau disebut Mahasiswa Penting. Program itu merupakan bentuk pendampingan kepada keluarga berisiko stunting.

Wakil Bupati Demak dalam sambutannya menyampaikan bahwa stunting masih menjadi persoalan kompleks dan problem aktual yang membutuhkan perhatian serius.

“Pemerintah sampai saat ini masih terus mengupayakan pencapaian target penurunan stunting hingga 14% pada tahun 2024. Pengendalian  dan pengentasan stunting ini tentunya tidak bisa dengan intervensi oleh satu sektor saja, namun harus benar-benar digenjot dengan melibatkan semua pihak, termasuk mahasiswa,” ungkapnya.

Sementara itu, Pj. Sekda Demak, Drs. Eko Pringgolaksito, M.Si. mengungkapkan jumlah angka stunting di Kabupaten Demak masih 25,03% suspek, maka dari itu Pemerintah Kabupaten Demak berupaya maksimal menggerakkan seluruh Komponen Masyarakat untuk mendukung penurunan stunting.

“Prioritasnya di 11 Lokasi tepatnya Desa Guntur dan Karangtengah karena relatif cukup banyak di masing-masing Desa Krandon, Tangkis, Rejosari Karangtengah, Pulosari Karangtengah termasuk di Desa Temuroso Guntur ini makanya menjadi perhatian, ” ujarnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinpermades P2KB, Drs. Taufik Rifa’i, M.Si menyebut Penanganan Stunting ini harus dikawal bersama-sama, tidak hanya menjadi tugas Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten Kecamatan atau Desa.

“Demikian menjadi tugas kita bersama dalam mengatasi stunting dan selanjutnya kita harus bisa mencapai 22,6% stunting ditahun 2022 ini,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Sri Winarti, S.Pd, M.Kes., Rektor Universitas Wahid Hasyim Semarang, Prof. Dr. KH. Mudzakir Ali, MA., Camat Guntur, Ali Mahbub, SH, MH., beserta Forkopimcam Guntur. (PROKOMPIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *