Wakil Bupati Demak. Drs, H. Djoko Sutanto meminta kepada seluruh para perias pengantin se-Kabupaten Demak yang tergabung dalam DPC Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (Harpi) Melati Demak untuk senantiasa menjaga kearifan lokal budaya, khususnya di bidang seni rias pengantin termasuk adat-adatnya.
Hal tersebut mengemuka saat Muscab DPC Harpi Melati Kabupaten Demak Periode 2021-2026 yang berlangsung di Aula Kecamatan Demak Kota, Jum’at (19/3/2021). Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Dinsosp2pa Drs. Eko Pringgolaksito, Camat Demak M.Syahri, SH.MM serta Ketua DPD Harpi Melati Jawa Tengah, Hj. Djoko Wahyudi.
Lebih lanjut disampaikan bahwa seiring perkembangan tata rias pengantin, perlu adanya kombinasi antara adat tradisional dan adat modern, akan tetapi harus tetap memperhatikan kearifan lokal budaya, terlebih di Demak kental dengan adat Jawa.
Oleh karenanya, meskipun mengusung tema modern, akan tetapi jangan pernah melupakan bahkan meninggalkan adat Jawa. “Wong Jojo ojo nganti lali adat Jowo, “ungkapnya.
Senada dengan Wabup Djoko, Ketua DPC Harpi Melati Demak, Hj Ida Nur Sa’adah menyampaikan bahwa pengembangan tata rias yang mengusung potensi lokal disusun dalam diktat khusus termasuk sejarah tata rias tersebut dan telah diuji secara nasional untuk dibakukan dan dijadikan sebagai salah satu keragaman materi tata rias Indonesia.
Terkait pelaksanaan muscab, beliau mengungkapkan bahwa muscab bertujuan untuk meningkatkan kualitas, keahlian para penata rias agar bisa lebih dikembangkan, serta menciptakan berbagai kreasi tata rias pengantin dari khazanah budaya Indonesia.
Selain itu para ahli tata rias dapat membuka peluang usaha. “Seperti mengadakan pelatihan tata cara merias pengantin kepada generasi muda. Dan, pada gilirannya nanti dapat membuka lapangan kerja baru, sehingga dapat mengurangi angka pengangguran di Provinsi Jawa Tengah, “urainya. (prokompim).

