Tekan Angka Stunting Dengan Refreshing Kader Posyandu

Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinpermades P2KB) Kabupaten Demak menggelar kegiatan refreshing kader posyandu peduli stunting tahun 2020 di Pendopo Kabupaten Demak, Selasa (6/10/2020). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Demak, Drs. Joko Sutanto.
Dalam sambutannya Wakil Bupati Demak mengatakan, stunting merupakan kondisi kegagalan mencapai pertumbuhan normal akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi pada bayi sejak seribu hari pertama kehidupan. Untuk itu apabila tidak ditangani maka akan menjadi ancaman yang serius.
“Stunting merupakan ancaman dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Maka masalah stunting harus diatasi sejak dini, agar pertumbuhan anak dapat optimal dan tidak menjadi beban masayarakat”. Ungkap Joko.
Joko menambahkan hingga Februari 2020, di Kabupaten Demak balita yang mengalami gagal tumbuh atau stunting mencapai 7,71 % dari 97.000 balita. Untuk itu peran posyandu utamanya para kader posyandu sangat penting sebagai ujung tombak dalam pembangunan kesehatan masyarakat.
“Sebagai ujung tombak pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, kader posyandu harus memantau kesehatan masyarakat utamanya kesehatan ibu hamil dan balita, sehingga apabila ditemukan masalah pertumbuhan bayi dapat segera ditangani”. Pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinpermades P2KB Kabupaten Demak mengatakan tujuan dari kegiatan tersebut adalah dalam rangka mencari terobosan untuk menurunkan jumlah balita stunting di Kabupaten Demak. “Di 10 desa lokus stunting yang tersebar di tujuh kecamatan, terdapat kasus balita stunting sejumlah 643 balita. Untuk itu melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menghasilkan terobosan dan upaya yang efektif guna menurunkan angka stunting di Kabupaten Demak”. Jelasnya.
Adapun pelaksanaan kegiatan tersebut dibagi menjadi 4 (empat) tahap dengan peserta yang terdiri dari TP PKK Kecamatan dan TP PKK Desa, Koordinator PLKB Kecamatan, serta Kader Posyandu.(Protokol dan Komunikasi Pimpinan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *