
Upaya menekan penyebaran Covid-19 terus dilakukan oleh Pemerintah, salah satunya dengan adanya program PPKM darurat di wilayah Jawa dan Bali pada tanggal 3 – 20 Juli. Selain itu, percepatan vaksinasi dan monitoring stok tangki oksigen terus dilakukan update data secara berkala tiap harinya.
Trobosan lain yang akan dilakukan dengan melakukan silaturahmi (sowan) kepada ulama guna membantu sosialisasi dan edukasi masyarakat pentingnya penegakan protokol kesehatan mengingat kasus aktif dan kasus meninggal relatif masih tinggi. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah,
Ganjar Pranowo dalam memimpin Vidcon Penanganan Covid-19 di Jawa Tengah (Minggu ke-26). Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Demak, KH. Ali Makhsun, M.S.I didampingi oleh Sekda Demak, Asisten I Sekda, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak dan beberapa Forkopimda Demak.
Sebagai pengantar, Ganjar menyampaikan bahwa upaya penambahan sarana dan prasarana rumah sakit sedang dilakukan oleh Pihak Provinsi melalui pencarian SDM/ Nakes, alat kesehatan, obat-obatan serta pembentukan satgas untuk kebutuhan oksigen. Lebih lanjut, Ganjar menegaskan agar dinas kesehatan masing-masing kabupaten/kita terus melakukan koordinasi kepada pihak provinsi terkait vaksinasi, pasokan tangki oksigen dll.
“Ayo kawal PPKM Darurat bersama-sama. Jangan sampai kita lengah. Tugas dan PR kita masih banyak” tegasnya.
Sementara Itu, Sekda Provinsi Jawa Tengah menuturkan bahwa klaster tertinggi masih didominasi oleh klaster keluarga (77,3%) disusul oleh klaster agama (12,8%). Terkait ketersedian oksigen, pihaknya mengatakan bahwa supply oksigen dari pabrik dan distributor yang ada di Jawa Tengah saat ini belum menyukupi kebutuhan oksigen yang meningkat di seluruh rumah sakit Jawa Tengah (baru 64,88 %). Oleh karena itu, Sekda Jateng
Menghimbau BUMN, BUMD dan swasta untuk dapat membantu Pemprov Jateng dalam memenuhi kebutuhan oksigen melalui dana CSR.
Dengan adanya kasus aktif dan kasus meninggal dalam 4 minggu terakhir, Ganjar menghimbau kepada Bupati Kabupaten/ Kota untuk melakukan silaturrahmi (sowan) kepada ulama. Tujuan utamanya adalah melakukan pendekatan persuatif untuk bersinergi dalam memberikan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat pentingnya menegakkan protokol kesehatan. Bahkan kalau perlu tiap habis sholat maghrib perlu diadakan istighosah dan doa bersama.
“Ikhtiyar lahir sudah kita upayakan, selanjutnya kita lakukan Ikhtiyar batin dengan istighosah dan doa bersama sehabis sholat maghrib. Ada satu orang memimpin istighosah di masjid/ musholla di ikuti masyarakat sekitar di rumah masing-masing. Jangan lupa jaga kesehatan diri dan keluarga” pungkasnya. (Prokompim)
