
DEMAK – Dinas Kesehatan Kabupaten Demak menyelanggarakan Rembug Stunting Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Demak di Pendopo Satya Bhakti Praja hari Selasa, (18/08/2020). Acara yang dihadiri oleh Camat, Kepala Puskesmas, Kepala Desa Lokus, serta Organisasi masyarakat ini bertujuan untuk membangun komitmen bersama dalam rangka menekan angka prevalensi stunting di Kabupaten Demak.
Bupati Demak, HM Natsir dalam sambutannya menuturkan bahwa Pemkab terus berupaya untuk menekan angka stunting. Salah satunya adalah dengan “menghidupkan” kembali dan meningkatkan peran serta kader posyandu sebagai ujung tombak dalam pembangunan kesehatan masyarakat. “Ada 1500 posyandu di Kabupaten Demak. Kita maksimalkan perannya. Dengan didampingi tenaga kesehatan, kader posyandu melakukan pemantauan 1000 hari pertama pertumbuhan anak”.
HM Natsir menambahkan, agar lebih maksimal saat ini Pemkab bekerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarkat UNDIP Semarang. “Kita gandeng UNDIP. Agar mereka mendampingi kader posyandu dalam mendeteksi kasus stunting di Demak. Semakin cepat terdeksi, semakin cepat pula penanganannya”.
Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, dr.Singgih Setyono, M.Kes. Menurutnya peran Puskesmas dan Posyandu menjadi sangat penting karena mereka merupakan tangan pertama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dia menambahkan penanganan stunting saat ini masih terfokus dalam mengatasi balita yang sudah terdampak stunting bukan pada bagaimana mencegah stunting itu terjadi. Padahal apabila stunting dapat dicegah sejak dini maka penanganan stunting dapat dengan mudah dilakukan.
Seperti yang diketahui bahwa dari hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 angka prevelensi stunting di Demak sebesar 26,1%. Meski masih dibawah nasional mencapai 30,8%, sedangkan di Jawa Tengah sebesar 31,22%, Pemkab melakukan berbagai upaya. Mengingat saat ini masih ada 7 ribu balita yang masih mengalami stunting di Kabupaten Demak. (Protokol dan Komunikasi Pimpinan)
