
Presiden Joko Widodo meminta kepada Bupati/Walikota se-Indonesia agar segera mencairkan dana bantuan langsung tunai (BLT) desa, mengingat puasa tahun ini masih dalam kondisi pandemic covid-19.
Demikian diungkapkan saat rapat koordinasi bersama kepala daerah dan forkopimda se-Indonesia via zoom meeting, Rabu (28/4/2021). Hadir mengikuti kegiatan tersebut, Wakil Bupati Demak, Drs. Djoko Sutanto, Sekda Demak, dr. Singgih Setyono, M.Kes beserta para asisten serta forkopimda Kabupaten Demak di Command Centre.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Pemerintah daerah harus sigap bantu masyarakat utamanya dalam pencairan bansos, bantuan UMKM dan BLT Desa. Pihak Desa perlu melakukan identifikasi dan cek kelayakan penerima BLT Desa agar bantuan yang diberikan tepat sesuai dengan sasaran.
Tercatat per April 2021 bantuan yang sudah tersalur mencapai 32,71 % dengan nilai 1,5 triliun. “Kalau daerah ada pertumbuhan ekonomi, maka akan ada pertumbuhan nasional, “ungkapnya.
Lebih lanjut disampaikan kunci pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada investasi. Masih banyak laporan masuk terkait lambatnya perijinan. Sehingga menghambat investasi. “Kunci pertumbuhan ekonomi sangat tergantung investasi. APBN, APBD tidak bisa tumbuh signifikan apabila tidak ada investasi dari pihak swasta, “tandas Presiden.
Pada kesempatan tersebut, Presiden menekankan pada dua hal yaitu pertama terkait perkembangan covid-19. Menurutnya sekecil apapun kasus covid aktif di daerah jangan sampai menghilangkan kewaspadaan.
“Ikuti angka dan pergerakannya. Hati-hati saat libur panjang karena berpotensi menaikkan kasus covid. Dan terkait pelaksanaan vaksinasi agar di daerah jangan sampai terhenti, “imbuhnya.
Kemudian hal kedua yang ditekankan adalah terkait pertumbuhan ekonomi. Oleh karenanya beliau berharap kepada seluruh kepala daerah di Indonesia untuk menyegerakan belanja APBD. “Dari angka yang saya lihat, yang tinggi baru belanja pegawai sebesar 63%, sedangkan belanja modal baru berkisar di angka 5,3%. Padahal perputaran uang di daerah sangat menentukan pertumbuhan ekonomi, “pungkasnya. (prokompim).

