Posyandu ILP, Layani Seluruh Masyarakat Mulai Ibu Hamil, Balita, Hingga Lanjut Usia

Setelah sebelumnya Memonitoring Posyandu Mangunkusuma 1 Desa Mangunanlor Kec. Kebonagung. Kali ini rombongan dari Bupati Demak Eisti’anah dan dari Dinkes Kab. Demak lakukan monev ke Posyandu Posyandu di Desa Pundenarum, Kecamatan Karangawen, Kamis (19/09/2024).

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Demak sudah memiliki 27 pos pelayanan terpadu (posyandu) berstatus Integrasi Layanan Primer (ILP) yang bisa melayani seluruh siklus hidup dari ibu hamil, balita, hingga lanjut usia (lansia).

Posyandu ini diadakan untuk mengurangi angka kesakitan masyarakat sekaligus melayani masyarakat dari berbagai usia.

Bupati Demak Eisti’anah pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Posyandu ILP merupakan instruksi pemerintah pusat melalui Kemenkes RI terkait transformasi kesehatan.

“Posyandu yang dulu terpisah-pisah layanannya kini menjadi terpadu di satu tempat, disebut Posyandu ILP. Sangat bermanfaat, karena semua usia terlayani dengan baik,” ungkapnya.

Posyandu tersebut dilakukan sebagai upaya preventif untuk mengurangi angka kesakitan dan kedatangan ke puskemas atau pun rumah sakit untuk berobat.

“Masyarakat yang datang ke Posyandu ILP dari semua unsur siklus usia dicek. Mulai ibu hamil, bayi lahir hingga lansia. Sambil diberi edukasi tentang hidup sehat atau GERMAS,” tuturnya.

Lanjut Bupati Eisti, ketika ada yang memiliki riwayat hipertensi atau DM, kader didampingi Bidan desa atau nakes dari puskemas akan memberikan edukasi sehingga tidak menjadi stroke atau kondisi lebih parah.

“Jika terdeteksi ada penyakit tertentu akan dirujuk ke puskemas pembantu (Pustu). Jika masih belum mampu dilanjutkan ke puskemas. Dengan begitu dapat meminimalisir orang sakit dan kedatangan berobat ke rumah sakit,” pungkasnya.

Kepala Puskesmas Karangawen 1 dr Maria Ulfah menuturkan, Posyandu ILP hadir untuk mendekatkan layanan kesehatan pada masyarakat.

“Dari semula di tingkat kecamatan melalui puskesmas, turun ke desa melalui puskemas pembantu (Pustu), dan kini turun lagi makin dekat menjadi tingkat dusun melalui Posyandu ILP,” jelasnya.

Maria Ultah mengungkapkan, screening kesehatan oleh kader-kader Posyandu ILP yang sudah dilatih 25 keterampilan di Puskemas ILP. Hasilnya, bisa terpantau kesehatan masyarakat sesuai siklus hidup. Bayi dipantau tumbuh kembangnya, usia produktif dapat diketahui faktor risiko penyakit. Begitu pun kelompok lansia untuk diketahui faktor risiko penyakitnya.

“Konsepnya kesehatan masyarakat terpantau secara berkesinambungan sesuai siklus usia,” ujarnya. (Prokompim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *