
Demak, 23 Februari 2026 – Pemerintah Kabupaten Demak menggelar Rapat Koordinasi Forkopimda bersama Perangkat Daerah, Forkopimcam, tokoh agama dan tokoh masyarakat pada Senin (23/2) di Ghradika Bina Praja. Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Demak, Eisti’anah, dan dihadiri jajaran Forkopimda, Ketua DPRD, Ketua PN, Sekretaris Daerah, para Kepala OPD, Camat se-Kabupaten Demak, serta pimpinan organisasi keagamaan.
Dalam sambutannya, Bupati Demak menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor guna memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman. Momentum ini dinilai strategis untuk menyamakan persepsi serta memperkuat pelayanan publik, khususnya menjelang arus mudik dan meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan.
Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Demak terus memonitor dan menangani dampak musibah tanggul jebol, khususnya di wilayah Kecamatan Guntur dan Kebonagung. Perbaikan infrastruktur jalan juga terus diupayakan guna mendukung kelancaran arus mudik Lebaran. Selain itu, koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait normalisasi Sungai Tuntang juga telah dilakukan sebagai langkah mitigasi banjir.
Dalam rangka menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas), Bupati menginstruksikan Satpol PP bersama TNI-Polri untuk meningkatkan operasi penyakit masyarakat, termasuk penertiban tempat karaoke dan peredaran minuman keras. Para camat diminta aktif berkoordinasi dengan Koramil, Kapolsek, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat di wilayah masing-masing.
Stabilitas pangan dan pengendalian harga bahan pokok juga menjadi perhatian utama.
Pemerintah Kabupaten Demak akan menggelar Pasar Murah dan kegiatan Susur Pasar untuk memantau harga serta memastikan ketersediaan bahan pangan tetap aman selama Ramadan dan Idulfitri. BPBD dan OPD terkait diminta memastikan kesiapan sarana dan prasarana kebencanaan agar respons tanggap darurat dapat dilakukan secara cepat dan optimal.
Bupati juga mengingatkan pentingnya pengawasan di pusat perbelanjaan dan destinasi wisata, terutama wisata religi yang diperkirakan akan mengalami peningkatan kunjungan pasca-Lebaran. Terkait tradisi takbir keliling, masyarakat diimbau untuk melaksanakan secara tertib, aman, dan tidak menggunakan sound system berdaya tinggi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Sementara itu, Kapolres Demak, Arrizal Samelino G, dalam arahannya menyampaikan bahwa Rakor lintas sektoral ini sekaligus menjadi momentum deklarasi “Jogo Demak” sebagai komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.
Kapolres menyoroti fenomena sahur on the road yang awalnya bertujuan untuk berbagi kebaikan, namun dalam perkembangannya berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas seperti perang sarung dan aksi kenakalan remaja. Selain itu, jajaran Polres Demak juga terus melakukan Operasi Pekat selama Ramadan untuk memberantas penyakit masyarakat seperti perjudian, minuman keras, prostitusi, narkoba, dan premanisme.
Dalam operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan ratusan liter minuman keras jenis arak yang diduga akan digunakan sebagai bahan baku minuman ilegal. Penertiban akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna menekan potensi tindak kriminalitas.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Demak bersama TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat berkomitmen memperkuat sinergi demi mewujudkan situasi yang kondusif selama Ramadan dan Idulfitri, sekaligus mendukung terwujudnya visi Kabupaten Demak yang semakin bermartabat, maju, dan sejahtera. (Prokompim)

