
Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah melaunching secara resmi Aplikasi Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP) di Pendopo Satya Bhakti Praja, Kamis (07/12/2023).
Dalam launching tersebut, Bupati Demak didampingi Wakil Bupati Demak KH. Ali Makhsun, Sekda Demak Akhmad Sugiharto dan Kepala Bappelitbangda Kab. Demak Masbahatun Ni’amah dengan menekan papan tombol di layar lebar secara bersama.
Bupati Eisti’anah dalam sambutannya mengapresiasi Bappelitbangda yang menginisiasi inovasi baru berupa aplikasi Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP).
Ia menuturkan, bahwa TJSLP merupakan komitmen perusahaan, BUMD dan BUMN untuk berperan serta dalam membangun ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi perusahaan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat.

Maka dari itu, Pemkab Demak terus berupaya mengoptimalkan penyelenggaraan program TJSLP sesuai dengan tuntutan perkembangan teknologi informasi dan dunia digital.
“Aplikasi ini diharapkan dapat mempermudah dan menyinergikan rencana program TJSLP dengan rencana program pembangunan Pemkab Demak, utamanya dalam mengentaskan kemiskinan, mengurangi pengangguran, penanganan stunting dan meningkatkan kesejahteraan,” katanya.
Selain itu juga memberi kemudahan bagi perusahan dalam menyampaikan pelaporan dan publikasi atas pelaksanaan TJSLP.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bappelitbangda Kab. Demak Masbahatun Ni’amah menyebut, Penyaluran dana Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau CSR dari sejumlah perusahan swasta, BUMN dan BUMD di Kabupaten Demak dari tahun ke tahun terus meningkat.
Diketahui, Pada tahun 2019 terdapat sebanyak 61 perusahaan yang menyalurkan TJSLP dengan total nilai Rp 640 jutaan.
Di tahun berikutnya perolehan naik menjadi Rp 2 miliar, kemudian pada tahun 2021 yang berpartisipasi bertambah menjadi 100 perusahaan dengan nilai total Rp 5,6 miliar.
“Alhamdulillah di tahun 2022, meski hanya ada 77 perusahaan yang melaporkan kegiatan TJSLP, akan tetapi total nilai penyaluran naik signifikan menjadi Rp 7 miliar lebih,” terangnya. (Prokompim)

