Pembinaan Mental dan Spiritual Awali Kinerja Setda Demak Tahun 2026

Pemerintah Kabupaten Demak melalui Sekretariat Daerah menggelar kegiatan Pembinaan Mental dan Spiritual Aparatur Setda sebagai upaya mengawali tahun kerja 2026 dengan penguatan integritas, sinergi, dan semangat kebersamaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (2/1/2026) di Pendopo Satya Bhakti Praja dan diikuti oleh seluruh jajaran aparatur Setda Kabupaten Demak.

Sekretaris Daerah Kabupaten Demak Akhmad Sugiharto, S.T., M.T. menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan mental dan spiritual bukan sekadar rutinitas awal tahun, melainkan momentum penting untuk melakukan konsolidasi batin dan pikiran seluruh aparatur. Menurutnya, aparatur perlu berhenti sejenak dari rutinitas administratif guna menata kembali cara berpikir, bersikap, dan bekerja agar selaras dengan tuntutan organisasi serta harapan masyarakat.

Sekda menegaskan bahwa Sekretariat Daerah merupakan mesin penggerak utama birokrasi daerah yang memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan, menyinkronkan, dan memastikan kebijakan kepala daerah berjalan secara efektif. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi antarbagian menjadi kunci utama keberhasilan kinerja Setda.

“Tidak ada bagian yang bisa bekerja sendiri. Kinerja Setda adalah hasil kerja kolektif, bukan kerja individu atau sektoral. Ego sektoral justru menjadi musuh terbesar kolaborasi,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka, kejelasan peran dan tanggung jawab, serta kepemimpinan yang mengayomi di setiap level. Menurutnya, jabatan adalah amanah, bukan simbol kekuasaan, sehingga harus dijalankan dengan semangat melayani.

Dalam sambutannya, Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E. menyampaikan ucapan selamat tahun baru 2026 kepada seluruh aparatur Setda Kabupaten Demak. Ia berharap di tahun yang baru ini seluruh jajaran dapat bekerja lebih baik, lebih maksimal, dan mampu menghadirkan berbagai terobosan dalam pelayanan kepada masyarakat.

Bupati menekankan bahwa tantangan birokrasi ke depan semakin kompleks, sehingga aparatur dituntut tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki mental yang kuat, spiritual yang kokoh, serta integritas yang tinggi. Kegiatan pembinaan mental dan spiritual ini diharapkan dapat membentuk karakter aparatur yang jujur, disiplin, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial.

“Jadikan momentum pergantian tahun ini untuk memperkuat komitmen bersama, meningkatkan kinerja, menguatkan integritas, serta mengimplementasikan nilai-nilai ASN BerAKHLAK dalam setiap pelaksanaan tugas,” pungkasnya. (Prokompim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *