PDAM Demak Terima Kunjungan Studi Komparasi Komisi II DPRD Kabupaten Magelang

Demak — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Demak menerima kunjungan studi komparasi dari Komisi II DPRD Kabupaten Magelang pada Sabtu (10/1), bertempat di Aula PDAM Demak. Kegiatan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, S.T., M.T.

Rombongan DPRD Kabupaten Magelang yang dipimpin oleh Ketua Komisi II, M. Hinsah Syahlany, S.Pd., hadir bersama jajaran anggota dewan lainnya. Mereka disambut hangat oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Demak dan manajemen PDAM Demak.

Dalam sambutannya, Pj. Direktur PDAM Demak, Salman Dahlawi, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia berharap kunjungan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi ajang saling berbagi pengalaman dalam pengelolaan perusahaan daerah. “Kami merasa bangga atas kedatangan Bapak/Ibu sekalian. Semoga apa yang ingin dilihat dan dicari bisa ditemukan di PDAM Demak. Kami mohon maaf apabila ada kekurangan dalam penyambutan,” ujarnya.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Magelang, M. Hinsah Syahlany, S.Pd., menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus menggali informasi terkait implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) yang saat ini tengah menjadi perhatian di Kabupaten Magelang. “Kami ingin melihat langsung bagaimana PDAM Demak menyikapi dan mengimplementasikan Permendagri yang tinggal menunggu pengesahan dari Bupati,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, S.T., M.T., dalam sambutannya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Demak telah menindaklanjuti Permendagri tersebut. “Secara formal, Bupati telah menyampaikan dan saat ini tinggal menunggu penandatanganan. Direksi PDAM Demak juga telah ditetapkan sebanyak dua orang, dan asesmen telah dilakukan untuk memastikan penempatan yang tepat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sekda menekankan bahwa PDAM Demak tidak hanya berorientasi pada keuntungan (deviden), tetapi juga mengedepankan fungsi sosial sebagai bagian dari pelayanan publik. Ia juga mengakui bahwa tantangan yang dihadapi PDAM cukup berat, terutama dalam proses pengolahan air bersih yang memerlukan tahapan panjang dan ketelitian.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antar daerah serta menjadi sarana pertukaran informasi dan pengalaman dalam pengelolaan perusahaan daerah, khususnya di bidang penyediaan air bersih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *