
Dana Desa menjadi suntikan yang luar biasa bagi masyarakat pemerintah desa, khususnya di wilayah barat. Mengingat saat ini wilayah barat Demak yaitu Mranggen, Guntur, Karangtengah, Karangawen dan Sayung menjadi tadah hujan. Bahkan Sayung sudah hampir hilang karena ada 11 desanya yang tenggelam akibat banjir rob. Kesebelas desa tersebut meliputi Bedono, Sriwulan, Timbulsloko, Surodadi, Gemulak, Purwosari, Tugu, Banjarsari, Sidorejo, Tambakbulusan, dan pantai Morosari Sayung.
Demikian disampaikan Wakil Bupati Demak, Drs. Djoko Sutanto saat menyambut Drs. Fathan Subkhi, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, dan anggota komisi XI DPR RI Dapil Jateng dua, Dr. H. Mustofa, SE MM pada kegiatan Workshop Monitoring Dan Evaluasi Penyaluran Dan Penggunaan Dana Desa Di Kabupaten Demak, Selasa (3/11) di Hotel Amantis Demak.
Diungkapkan pula bahwa di masa pandemi covid-19, dana desa saat ini menjadi hal yang dimanfaatkan oleh pemerintah desa untuk membantu masyarakat desa yang terdampak covid-19 melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT). Hal ini selaras dengan upaya Pemerintah kabupaten untuk menekan angka kemiskinan, mengurangi pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Angka kemiskinan di Demak saat ini mencapai 11, 38 persen di bawah angka kemiskinan Jawa Tengah dan nasional. Demak mengalami naik turun, “ungkapnya.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinpemades P2KB tersebut menghadirkan para panelis yaitu Drs. Fathan Subkhi, Dr. H. Mustofa, SE MM dengan materi peran DPR RI dalam pembangunan desa, Dra. Farida Kusumaningrum, MM dengan materi pengelolaan APBDes di masa pandemic covid-19, Sulaimansyah dengan materi mekanisme penyaluran dana desa serta Adi Himawan dengan materi penyaluran dan pengawasan Dana Desa. (*protokol dan komunikasi pimpinan*).
