Lebih dari 3,5 ton sampah terkumpul dalam peringatan World Clean Up Day (Hari pungut Sampah Sedunia), Sabtu (21/9). Sebanyak 1.903 kilogram sampah organik dan 1.448 kilogram sampah anorganik terkumpul dalam sehari. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DinLH) Kabupaten Demak, Drs. Agus Musyafak saat penimbangan sampah di Lapangan Tembiring Jogo Indah. Penimbangan sampah sendiri dilakukan di Lapangan Tembiring dan Kantor Kelurahan Bintoro.
“Seluruh OPD, TNI/Polri, organisasi lintas sektoral, siswa sekolah kami kerahkan untuk memeriahkan World Clean Up Day tahun ini. Bahkan sampai di tingkat kecamatan,” ungkap Drs. Agus Musyafak.
Peringatan World Clean Up Day tahun ini memang dilakukan secara besar-besaran sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. “Tahun ini kami ajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi. Harapannya, kedepan masyarakat akan lebih sadar untuk membuang sampah pada tempatnya. Syukur-syukur bisa mengurangi sampah”.
Menurutnya, pengurangan sampah harus dilakukan, mengingat Indonesia merupakan penghasil sampah plastik terbesar kedua sedunia. “Sejak dini kita harus ajarkan anak-anak kita untuk kurangi sampah. Terutama sampah plastik. Mengingat Indonesia penyumbang sampah plastik terbesar kedua didunia. Dalam sehari saja, kita bisa kumpulkan lebih dari satu ton sampah anorganik. Bagaimana jika sebulan, setahun?” tuturnya.
Hal senada disampaikan Wakil Bupati Demak, Drs. Joko Sutanto. Saat penimbangan sampah di Lapangan Tembiring, orang nomor dua di Kabupaten Demak tersebut mengajak seluruh masyarakat untuk bisa mengurangi sampah.
“Mulai sekarang kita harus kurangi penggunaan plastik. Bawa tempat minuman dan makanan sendiri. Hindari pemakaian sedotan plastik”, ajak Wabup.
Pemerintah Kabupaten Demak sendiri sudah mulai memberlakukan pengurangan penggunaan plastik dibeberapa acara. Hal ini terlihat dari penggunaan daun untuk membungkus snack. Serta meminimalkan air mineral dalam kemasan botol. (Humas Demak)
