Kemenkes Prioritaskan beberapa masyarakat yang akan divaksin

Program vaksinasi Covid-19 terus digalakkan menyesuaikan dengan ketersediaan dosis vaksin corona yang ada dan diberikan kepada kelompok-kelompok target seperti yang direncanakan sebelumnya. Hal itu disampaikan  Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin dalam  video conference Pelaksanaan Akselerasi Capaian Vaksinasi dengan Kepala Daerah seluruh Indonesia, Senin (22/02/2021). Kegiatan ini menindaklanjuti terhadap pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan secara serentak di 34 provinsi. Hadir dalam forum diskusi tersebut, Plh Bupati Demak, Drs, H. Joko Sutanto, Sekda Demak, dr. Singgih Setyono M.Kes, Asisten Pemerintahan dan Kesra, para Forkopimda serta perwakilan dari Dinkes.

Menteri kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa Petugas Publik dan Lansia akan mendapatkan Prioritas Vaksinasi Tahap ke 2, dengan rincian  yang pertama Petugas Kesehatan sebanyak 1,4 Juta, Petugas Publik sebanyak 16,9 Juta, Lansia 21,5 Juta, Masyarakat Rentan 63,9 Juta dan Masyarakat dengan kluster sesuai dengan ketersediaan Vaksin sebanyak 77,7 Juta. “Kenapa Petugas Kesehatan dimasukan ke Tahap pertama, karena resiko terpapar yang paling tinggi dan harus berhadapan dengan virus ini setiap hari”. Imbuhnya.

Gunadi melanjutkan prioritas vaksinasi yang kedua adalah lansia, alasanya karena lansia kalau terpapar covid 19 resiko kematianya paling tinggi. Sehingga mereka adalah grup yang harus dilindungi dan diprioritaskan. “Data yang di Indonesia 1 Juta yang terpapar Covid hanya 10% yang lansia, tetapi kalau  kita lihat dari data kematian dari yang sudah terpapar Covid, 50% adalah lansia”. Ucapnya.

Menkes juga menghimbau terkait kekebalan tubuh akan timbul secara penuh dalam waktu 28 hari setelah Vaksinasi. “Jadi kalau ada temen – temen setelah vaksinasi merasa kebal itu agak salah, nanti lupa pakai masker, tidak cuci tangan nanti mereka akan bisa terkena sebelum sampai kekebalan 28 hari tercapai”. Tegasnya.

Budi juga meminta tolong untuk semua tenaga kesehatan walaupun tahapan sudah selesai, mereka tetap merupakan prioritas utama vaksinasi. “Jadi kalau belum ada yang divaksinasi dan ternyata lolos screening itu mohon difasilitas, mereka jangan dilarang untuk ikut karena mereka tetap merupakan orang – orang yang menghadapi virus paling depan”.

“Data Satgas Penanganan Covid-19 menyebutkan, hingga 16 Februari, total jumlah vaksinasi tahap pertama pada tenaga kesehatan (nakes) sudah mencapai 1.120.963 orang dari total target sebanyak 1.468.764 tenaga kesehatan.  Sedangkan target total vaksinasi Covid-19 di Indonesia sebanyak 181.554.565 orang”. Terang Menkes.

Pihaknya mengaku  sedang mengejar ketertinggalan masyarakat  yang  belum divaksinasi, umumnya karena darah tinggi, penyintas covid, atau penyintas – penyintas lainnya sebanyak hampir 300 ribu. “Kkita sudah menvaksinasi yang kedua sebanyak 737 ribu sehingga diharapkan  dengan kecepatan sekitar 100 – 120 ribu perhari vaksinasi kita bisa segera menyelesaikan suntikan  yang kedua untuk seluruh nakes kita”. Tandasnya

Terakhir disampaikan Menkes Terkait Pelaksanaan Vaksinasi akan dibagi menjadi 2 jenis yakni berbasis faskes (Puskesmas & Rumah Sakit) dan massal di tempat – tempat tertentu  (Instanti Kementrian / Lembaga, Organisasi Keagamaan dan Organisasi Kemasyarakatan). Pemerintah daerah  juga perlu melakukan  inovasi sehingga pelayanan vaksinasi dapat dilakukan secara cepat dalam skala besar dengan tetap menjaga aspek keamanan medis agar mempercepat pelayanan vaksinasi. (Prokompim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *