Keluarga Muda Target Penurunan Stunting 14 Persen di Tahun 2024

Keluarga muda harus menjadi perhatian utama dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting, karena merekalah yang akan melahirkan generasi muda berkualitas masa depan.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), pesan tersebut merupakan salah satu yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo, dalam upaya percepatan penurunan stunting.

“Stunting menjadi ancaman kualitas generasi muda dan kualitas bangsa kita, sehingga stunting harus dicegah dan diturunkan bersama-sama,” katanya dalam webinar nasional generasi bebas stunting, memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 di Medan, Sumatra Utara, Rabu (6/7/2022). Turut menghadiri via Zoom Meeting, Wakil Bupati Demak, KH. Ali Makhsun, Plt. Dinpertan Demak, Agus Herawan, serta perwakilan dari Dinpermades P2PB dan Dindukcapil di Command Center.

Menurutnya Hasto,  keluarga memberikan kontribusi penting dalam percepatan penurunan stunting, dengan melakukan praktik dan intervensi terbaik sedini mungkin sehingga calon generasi masa depan dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

“Stunting juga akan mengancam bonus demografi. Kita tidak dapat memanfaatkan bonus demografi dengan baik jika jumlah usia mudanya banyak namun tidak produktif,” ungkapnya.

Lanjutnya, dalam mencapai bonus demografi, kita menghadapi generasi muda yang jumlahnya cukup besar. Maka dengan pencegahan stunting faktor-faktor yang menjadi pemberat kualitas SDM dapat dikurangi.

“Saat ini 24,4 persen generasi muda mengalami stunting, 9,8 persen mengalami mental emotional disorder, 5 persen Napza, 1 persen autisme, dan 3 persennya penyandang difabel. Generasi kita yang kurang optimal itu hampir 40 persen lebih, dan yang terbesar adalah stunting. Jika tidak diatasi akan menurunkan kualitas SDM masa depan,” sebut Kepala BKKBN. (Prokompim).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *