Kabupaten Demak Perkuat Komitmen Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2024

Pemerintah Kabupaten Demak kembali menunjukkan komitmen kuat dalam implementasi keterbukaan informasi publik. Hal ini disampaikan oleh Plt. Bupati Demak dalam Uji Publik tentang Implementasi Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2024 yang berlangsung di BPSDM Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (21/11/2024).

Acara ini dihadiri oleh tim panelis yaitu Muhammad Azhar dari Universitas Diponegoro, Hasan dari Universitas Wahid Hasyim, serta Sutarto dari Komisioner Komisi Informasi Jawa Tengah.

Dalam paparannya, Plt. Bupati Demak, KH. Ali Makhsun, M.S.I., menyampaikan bahwa komitmen ini didasari oleh visi dan misi Kabupaten Demak, khususnya pada misi pertama yaitu memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik serta kehidupan masyarakat yang agamis dan berbudaya.

“Misi tersebut telah kami implemetasikan dengan totalitas, sebagai hasilnya selama 3 (tahun) tahun kepemimpinan kami, telah 2 (dua) kali pula mendapatkan predikat paripurna sebagai Kabupaten Informatif. Kami masih konsisten menjalankannya dan berharap tahun ini masih mendapatkan predikat tersebut,” tuturnya.

Plt. Bupati Demak juga menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Demak telah menyiapkan berbagai macam SOP untuk memastikan keterbukaan informasi publik.

“Sebanyak 8 SOP disiapkan, termasuk layanan khusus untuk disabilitas dan prosedur untuk memastikan akurasi informasi dalam mengantisipasi penyebaran hoaks,” lanjutnya.

Dalam sesi tanya jawab, Tim Panelis dari Universitas Diponegoro, Muhammad Azhar menanyakan, ’seberapa sering aduan masyarakat di tindak lanjuti dan digunakan untuk pengambilan kebijakan pimpinan kedepannya?’

Menanggapi pertanyaan tersebut, Asisten Administrasi Umum Sekda Demak, Amir Mahmud yang turut hadir dalam kegiatan uji publik menyampaikan, seperti aduan terkait penumpukan sampah di masyarakat, Pemkab Demak menindaklanjuti aduan tersebut dengan pembentukan tim saber (sapu bersih) sampah.

”Pembentukan tim saber sampah ini bertujuan untuk mencegah tumpukan sampah liar sekaligus memberikan edukasi masyarakat. Karena satu sampah berjuta masalah, seperti terbentuknya tikus-tikus dan bakteri yang ditimbulkan,” pungkasnya. (Prokompim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *