
DEMAK – Menjelang Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Pemerintah Kabupaten Demak menggelar Rapat Koordinasi Ekonomi, Industri dan Perdagangan (Rakor Ekuinda) Tingkat Kabupaten Demak. Rakor yang berlangsung di Pendopo Satya Bhakti Praja ini dihadiri langsung oleh Bupati Demak, Wabup Demak, Forkopimda, Sekda, Kepala OPD dan Forkopimcam se-Kabupaten Demak.
“Menjelang natal dan tahun baru, aktivitas serta mobilitas masyarakat meningkat Hal ini memberikan peluang bagi peningkatan laju penularan Covid-19 di masyarakat. Instruksi Presiden RI, kita tidak boleh lengah dan harus tetap fokus”, tutur Bupati.
Orang nomor satu di Kabupaten Demak ini agar seluruh pihak siap siaga menjelang nataru. ”Forkopimcam harus lebih ketat. Dinperindag lakukan operasi pasar. Perhubungan diminta untuk memperhatikan arus lalu lintas. Jangan sampai terjadi kemacetan yang berpotensi menghambat jalur distribusi bahan pokok”.
Hal senada disampaikan oleh Sekda Demak, dr. Singgih Setyono M.Kes. Menurutnya, kondisi tahun ini lebih memprihatinkan dibanding tahun sebelumnya karena telah ditemukan varian baru. Meskipun belum masuk ke Indonesia, namun diminta untuk tetap waspada. Selain itu, Sekda juga meminta agar seluruh pihak, utamanya Dinas Pariwisata bisa melakukan pembatasan pengunjung.
“Area publik sementara kita tutup. Kita lakukan penyekatan menuju Simpang Enam. Tempat wisata diharapkan melakukan pembatasan pengungjung. Maksimal 50%. Tetap taat prokes dan terapkan aplikasi pedulilindungi.”
Sekda juga menegaskan bahwa pada nataru ini, seluruh ASN di lingkungan Pemkab Demak tidak boleh mengambil cuti maupun ijin. “ASN Demak tidak boleh ijin atau cuti. Sudah ada aturannya.”, tegas Sekda.
Sementara Wabup Demak, KH. Ali Makhsun, M.S.I berharap agar seluruh kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemkab Demak selaras dengan pemerintah pusat. “Apa yang kita laksanakan harus sejalan dengan pusat”. (Protokol dan Komunikasi Pimpinan)
