SLBN 1 Diresmikan, Bupati Harap Jadi Percontohan Sekolah Lain

Pada perayaan Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional) Tahun 2022 ini Kabupaten Demak bersama jajaran Pemprov Jawa Tengah melakukan peresmian SLB Negeri yang pertama di Kabupaten Demak. Jumat, (13/05/2022).

Hal ini begitu terasa istimewa karena diketahui, Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Demak ini sudah sedari lama dikelola secara swadaya oleh Yayasan Yaspenlu sejak tahun 1981 hingga 13 Mei 2022. Diketahui sekolahan itu mengajarkan muridnya berbagai macam keterampilan, seperti membatik dan mengolah ikan pindang.

Bupati Eisti yang turut langsung menghadiri peresmian tersebut mengaku turut berbahagia dan terharu. Dalam kesempatan tersebut para murid mendapat bantuan alat bantu jalan hingga kursi roda.

“Ini tentu semakin menambah semangat dan motivasi para siswa yang setidaknya berjumlah 250 itu dengan 30 tenaga guru pendidiknya,” ucap Bupati Eisti.

Bupati Eisti juga berharap, melalui momentum ini mampu menjadi pijakan kuat untuk meningkatkan berbagai kekurangan yang sebelumnya. Serta mampu menjadi percontohan hingga motivasi untuk sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Demak.

“Semoga melalui sinergitas dan kolaborasi antara Pemkab dan Pemprov ini mampu meningkatkan berbagai kekurangan sebelumnya. Baik berkaitan dengan berbagai fasilitas hingga kesejahteraan para guru pendidiknya,” harapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang juga hadir mengungkapkan bahwa ranah manajemen sekolah luar biasa menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan inventarisasi aset dan bekerja sama dengan Pemkab Demak.

“Maka hari ini kita ambil alih, kita negerikan. Tanahnya akan dibantu oleh ibu Bupati, diserahkan pada kita, insyaallah kita akan bangun. Syukur-syukur tanah di sebelah juga bisa agar lebih bagus,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut disampaikan pula Tuti Ariyanti, orang tua anak berkebutuhan khusus, di depan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat meresmikan pergantian status sekolah. Ia menyebut, pihak sekolah itu telah membimbing anaknya menjadi mandiri. Namun, ia mengeluhkan bagaimana ruangan belajar yang kurang representatif selama dinaungi yayasan.

“Mudah-mudahan bisa men-support lagi dari provinsi. Dulu sekolah itu satu ruangan untuk empat kelas. Kondisinya terlalu padat,” ujarnya, di sela peresmian pergantian status SLB Yaspenlub menjadi SLB Negeri Demak. (Prokompim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *