
Wetlands Internasional Filipina serta Stakeholder Of Manila Bay Program melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pemerintah Kabupaten Demak dalam rangka mempelajari program yang sudah diterapkan Pemerintah Kabupaten Demak yakni program Building with Nature yang berfokus pada pengendalian erosi pantai dan pemulihan kawasan mangrove. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E dan Wakil Bupati Demak KH. Ali Makhsun, M.S.I. di Grhadika Bina Praja, Selasa (31/01/2023).
Bupati Demak menyambut baik kedatangan Tim Wetlands Of Manila Bay yang dipimpin oleh Perwakilan Wetlands Internasional Filipina Annadel Kabahban tersebut. Bupati Eisti juga berharap agar pertemuan tersebut bisa menghasilkan kesepahaman dan sinergitas bagi kita semua dalam upaya-upaya konservasi dan restorasi lahan basah terutama penanganan kawasan pesisir karena penanganan kawasan pesisir harus dilakukan secara komperehensif.
Perwakilan Wetlands International Indonesia, Tim dari San Miguel Aerocity, Cecil menjelaskan, pihaknya akan mengembangkan bandara di kawasan pesisir, jadi akan ada kemungkinan harus melakukan rehabilitasi sebagai pengganti dari penggembangan bandara tersebut.
Dijelaskan, Kabupaten Demak memiliki garis pantai 72,14 km dan panjang pantai 34,10 km. Jumlah desa pesisir di Kabupaten Demak yaitu 30 desa, 13 desa berbatasan langsung dengan pantai.
Maka dari itu, Keberadaan pantai di Kabupaten Demak sangat memberi manfaat besar bagi masyarakat pesisir. Wilayah pesisir banyak megandung sumber daya alam untuk menciptakan kegiatan-kegiatan alternatif dan berkesinambungan yang memberikan pendapatan bagi warga.
“Namun, bagai dua sisi mata uang, wilayah pesisir di Kabupaten Demak rawan abrasi dan rob. Akan tetapi setelah Demak menjadi salah satu wilayah kerjasama melalui program Building with Nature, beberapa titik kerusakan pantai di Kabupaten Demak dapat teratasi. Pemulihan garis pantai yang terkena abrasi melalui penangkapan sedimen dengan menggunakan struktur semi-permeable terbukti mampu meminimalisir efek abrasi dan rob,” ungkapnya.
Selain itu, Bupati juga berharap Program Building with Nature ini mampu merubah pola pikir masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungan.
“Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat pesisir yang berada di Desa Bedono, Timbulsloko, Surodadi, Tugu, Tambak bulusan, Morodemak, Purworejo, Betahwalang dan Desa Wedung dapat meningkat. Mereka kini mampu merawat dan memanfaatkan mangrove sebagai ekosistem udang dan bandeng,” pungkasnya.
Terakhir, Bupati berpesan agar terus terjalin kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Demak dengan Wetlands Internasional mengingat dampak positif dari program Building with Nature sangat besar.
Diwaktu yang sama, Perwakilan Wetlands International Indonesia, Tim dari San Miguel Aerocity, Cecil menjelaskan, pihaknya akan mengembangkan bandara di kawasan pesisir, jadi akan ada kemungkinan harus melakukan rehabilitasi sebagai pengganti dari penggembangan bandara tersebut.
“Kami harus menyiapkan lahan baru sebagai pengganti kawasan yang ada nilai lingkungan terutama dari sisi biodiversitas, juga termasuk bagaimana mekanisme yang dilaksanakan pemerintah dan stakeholder, terutama dengan masyarakat. Karena bagaimanapun juga program ini akan dikembangkan untuk memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat. Semoga nantinya program Building with Nature dapat diterapkan di Filifina,” kata Cecil. (Prokompim)

