
Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E.didampingi Plt. Kepala BPBD Kabupaten Demak Drs. H. Agus Nugroho LP. dan Camat Demak HM Syahrie menyalurkan bantuan air bersih sekaligus monitoring di di Keluragan Kalicilik, Kecamatan Demak, Minggu (03/09/2023). Bantuan tersebut disalurkan Pemkab Demak melalui BPBD Kab, Demak dan didistribusika kepada Desa-desa yang terdampak kekeringan.
Diketahui, sejumlah Desa di Kabupaten Demak mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih yang terjadi sebagai dampak fenomena El Nino.
Kekurangan air bersih semakin meluas, lantaran pada waktu bersamaan air baku PUDAM mengalami gangguan menyusul adanya kerusakan pada bendung kembang kempis di Dero, Desa Jatorogo, Kecamatan Bonang.
“Distribusi air bersih ini sudah dilakukan sejak memasuki musim kemarau, dan proses penyalurannya didasarkan pada permintaan Desa,” kata Bupati Demak saat meninjau langsung di Kelurahan Kalicilik.

Setidaknya terdapat 58 desa yang terdampak kekeringan. Dari jumlah itu Pemkab Demak telah menyalurkan bantuan air bersih secara maraton dari desa ke desa menyesuaikan permintaan pemerintah desa.
Diakuinya, daerah terdampak kemarau tahun ini lebih luas dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ke depan, pihaknya mengarahkan desa–desa yang rawan kekeringan dan kekurangan air bersih pada saat musim kemarau agar membuat embung desa.
“Silakan pemerintah desa untuk menyediakan lokasinya, dan pemerintah daerah akan turut membantu biaya pembangunannya,” ucap bupati Eisti.
Selama musim kemarau, sebagian sungai yang dangkal karena sedimentasi dilakukan normalisasi dengan pengerukan menggunakan alat berat. Diharapkan pada pertengahan bulan ini, semua sugai sudah normal sehingga dapat kembali teraliri air.
“Bulan September ini rencanya air dari Bendung Glapan akan mulai digelontor, mudah-mudahan tidak ada perubahan jadwal,” tuturnya.
Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak HM Agus Nugroho LP menyampaikan, hingga akhir Agustus lebih dari 150 tangki air bersih telah disalurkan kepada masyarakat.
“Karena ini menyangkut pananganan terhadap krisis air, maka kami bergerak cepat untuk merespon permintaan masyarakat,” ungkapnya. (Prokompim)

