Bupati Demak Hadiri Rakor Bidang Pangan: Percepat Target Swasembada Nasional

Bupati Demak menghadiri acara Rapat Koordinasi Terbatas Bidang Pangan Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di Grhadika Bhakti Praja, Semarang pada hari Selasa (31/12). Acara tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, serta diikuti oleh menteri-menteri di bawah Kemenko Pangan, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Badan Pangan Nasional, Badan Gizi Nasional dan lainnya. Hadir pula Forkopimda Provinsi Jawa Tengah, DPRD, Kepala OPD, Bupati dan Walikota.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan pihaknya melakukan Rapat Koordinasi dengan Pemerintah Daerah Jateng untuk membahas program prioritas utama Presiden Prabowo Subianto, yaitu pencapaian swasembada pangan.

“Upaya ini tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah pusat saja, tetapi memerlukan keselarasan visi dan misi dari pusat hingga daerah, karena kita adalah satu tim. Pemerintah pusat, provinsi, serta kabupaten/kota harus memiliki semangat yang sama. Tujuan kita adalah mewujudkan swasembada pangan secara menyeluruh secepat mungkin, termasuk untuk gula, garam, jagung, beras, dan komoditas lainnya,” ujar Zulkifli, yang akrab disapa Zulhas.

Ia menekankan ada dua langkah utama yang dilakukan, yaitu optimalisasi sumber daya yang ada. Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Jawa Tengah perlu mengoptimalkan sistem irigasi. Zulhas meminta agar lahan tadah hujan atau yang belum memiliki irigasi segera dilaporkan, meskipun data sudah tersedia di Kementerian PUPR. Namun, laporan yang lebih detail, tepat, dan cepat sangat diperlukan.

“Sekitar 30-40 persen wilayah Jawa Tengah belum memiliki irigasi. Jika pembangunan irigasi tidak memungkinkan karena ketiadaan bendungan, solusinya adalah dengan pompanisasi. Oleh karena itu, laporan terkait hal ini harus segera disampaikan,” jelasnya.

Sementara itu, Pj. Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, menyampaikan bahwa keberhasilan swasembada pangan membutuhkan kerja sama dan sinergi dari seluruh pihak, mulai dari tingkat pusat hingga daerah.

“Dalam upaya swasembada pangan ini, kebersamaan dan kolaborasi sangat penting. Semua pihak, dari pusat hingga daerah, harus saling mendukung dan membantu. Langkah sudah dimulai, dan pada tahun 2025 diharapkan impor padi, gula, garam, dan jagung dapat berkurang,” katanya setelah kegiatan berlangsung.

Nana menambahkan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi pangan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Walaupun Jawa Tengah telah diakui sebagai salah satu lumbung pangan nasional, optimalisasi dan perluasan lahan tetap dilakukan. Contohnya, luas tanam padi di Jawa Tengah hingga November sudah mencapai 115,86 persen dari target yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Ia juga menegaskan pentingnya peningkatan di sektor pertanian, termasuk sistem irigasi, penyuluhan pertanian, dan program pompanisasi yang sudah berjalan. Jawa Tengah terus dioptimalkan untuk meningkatkan produktivitas dan membuka lahan baru guna mendukung target swasembada pangan. (Prokompim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *