
DEMAK – Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah, SE meminta agar Forkopimcam melakukan pendekatan kepada seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menjaga kondusifitas wilayah. Hal tersebut mengemuka saat Dialog Lanjutan Forkopimda Menjelang Pilkades, Rabu, (12/10/22).
Hadir secara langsung di Grhadika Bina Praja, Bupati Demak, jajaran Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah terkait, Camat, dan Tim Kewaspadaan Dini Kabupaten Demak.
“Tidak bisa kita pungkiri bahwa sebagai pemimpin informal di masyarakat, ucapan dan sikap tokoh agama maupun tokoh masyarakat lebih digugu oleh masyarakat”, tutur Bupati.
Orang nomor satu di Kabupaten Demak ini juga meminta agar seluruh pihak tidak lengah dan tetap waspada terhadap segala potensi kerawanan. “Meski telah memasuki masa tenang, tingkat kewaspadaan kita terhadap potensi kerawanan jangan menurun. Kita juga harus tegas terhadap seluruh pelanggaran. Copot segala atribut kampanye”, lanjutnya.
Hal senada juga disampaikan Kapolres Demak, AKBP Budi Adhy Buwono. Menurutnya, salah satu upaya untuk menjaga kondusifitas wilayah adalah dengan berani memberikan sanksi pada pihak yang melanggar/larangan terkait pelaksanaan tahapan pilkades.
“Masing-masing panitia membuat tata tertib untuk kelancaran pilkades serentak. Laksanakan sosialisasi terkait regulasi khususnya pada setiap tahapan dan revisi regulasi terkait dengan sanksi yang tegas kepada pelanggar”, tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, seluruh Camat di Kabupaten Demak juga mengemukakan seluruh potensi kerawanan menjelang Pilkades serentak pada 16 Oktober 2022 mendatang di masing-masing wilayahnya. Namun, seluruh permasalahan bisa diatasi dengan sinergitas antar seluruh elemen masyarakat. (prokompim).
