Bupati Demak Dampingi Gubernur Jateng Sambangi Kampung KB Desa Prampelan

Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E. mendampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah drg. Widwiono menyambangi warga di Balai Desa Prampelan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Senin (23/01/2023).

Dalam memantau jalannya sosialisasi dari BKKBN. Ganjar turut mengapresiasi Kampung KB Desa Prampelan yang cukup aktif mengedukasi warga khususnya para ibu hamil. Bahkan, edukasi juga diberikan kepada anak-anak hingga pelajar.

Bupati Demak mengatakan, penanganan stunting di Demak dilakukan secara bersama oleh OPD terkait. Ke depan pihaknya akan memaksimalkan seluruh kekuatan untuk mengeroyok tak hanya stunting, juga kemiskinan ekstrem.

“Di Kabupaten Demak tahun 2021 masih 25 persen stuntingnya, tapi dari data Dinas Kesehatan 2022 sebelas persen, semoga ini data yang valid karena di tahun 2024 sesuai instruksi pak presiden di bawah 14 persen,” kata Bupati Eisti.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Ganjar juga mengimbau para ibu yang sudah memiliki lebih dari dua anak untuk segera KB. Edukasi juga diberikan kepada anak-anak hingga pelajar.

“Saya senang tadi ada anak-anak muda yang diedukasi agar tidak menikah dini. Ini in line dengan programnya BKKBN untuk mencegah pernikahan dini, mencegah stunting dan anak-anak mendapatkan informasi yang cukup jelas,” kata Ganjar.

Namun demikian, Ganjar menegaskan khususnya kepada kepala desa dan bidan supaya aktif mendata ibu hamil. Apalagi Kades Prampelan baru menjabat dua bulan, menurutnya tepat untuk mendata ulang.

“Saya minta pastikan datanya benar, nanti bidan termasuk para kader kesehatan akan bisa mendampingi terus menerus. Kalau 21 itu tadi yang punya masalah, maka 21 itulah yang menjadi perhatian utama,” tegas Ganjar.

Ganjar Pranowo menambahkan, pencegahan stunting dapat dilakukan dengan upaya gotong royong. Selain kades, bidan dan kader kesehatan di desa, Ganjar meminta masyarakat terus diedukasi agar mereka juga bisa turut mengawasi.

“Karena kalau tetangga kita, mohon maaf ya, ada yang kurang gizi atau gizi buruk kalau kemudian ada tiga atau lima orang terus kemudian masing-masing keluarga memberikan pagi tanggung jawab siapa, siang tanggung jawab siapa, tentu itu akan ringan sekali,” tuturnya.

Sementara itu berdasarkan paparan kades dan bidan, di Desa Prampelan saat ini total ada 38 ibu hamil. Dari angka itu, ibu hamil yang bermasalah sebanyak 21 orang.
Pada kesempatan itu, Ganjar juga memberikan bantuan tiga kursi roda, kaki palsu, recreation kit untuk anak terdampak bencana, dan sembako untuk ibu hamil. (Prokompim).
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *