Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta kepada seluruh kepala daerah di wilayah Jawa Tengah agar kembali mengaktifkan call center untuk memudahkan monitoring dan koordinasi terkait penanganan covid-19. Demikian disampaikan pada rakor penanganan covid-19 di Provinsi Jawa Tengah secara virtual. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah, SE didampingi Wakil Bupati Demak, KH. Ali Makhsun, MSI, Sekda Demak serta Forkopimda Demak pada Senin (12/7/2021) di Command Center.
Lebih lanjut diungkapkan bahwa dari data yang ada masih banyak adanya pergerakan mobilisasi masyarakat. Oleh karena itu pihaknya meminta seluruh kepala daerah agar bisa mengatur kembali dalam penegakan peraturan. “Perlu adanya kaji ulang terkait definisi dunia usaha kategori kritikal dan esensial. Sosialiasi, edukasi dan tindak sanksi kepada masyarakat sesuai prosedur dan proses secara bertahap, ‘pintanya.
Sementara itu, Pj. Sekda Provinsi Jawa Tengah, Dr. Prasetyo Aribowo , S.H.,M.Soc.Sc dalam laporannya menyampaikan bahwa sampai dengan 10 Juli 2021, kondisi terkini kasus baru di Kabupaten Demak sebanyak 51 kasus, sedangkan jumlah warga yang melakukan isolasi mandiri di Kabupaten Demak sebanyak 324 orang yang tersebar di 119 desa. Sehingga perlu dilakukan penyusunan desain percepatan vaksinasi. Diinas kesehatan provinsi dan kabupaten akan menyiapkan penambahan gerai-gerai pada puskesmas, posyandu, komunitas dan juga kantor desa, “ungkapnya. Selain itu juga disediakan mobil vaksin untuk menjangkau daerah pinggiran/ remote area bagi daerah berzona merah, serta melakukan jemput bola kepada kelompok lansia dan disabilitas. “Untuk layanan informasi penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Tengah dapat menghubungi Call center (024 7644 2888) / 0811 2622 000, “pungkasnya. (prokompim).
