Buka FKUU Guntur, Bupati Tekankan Penanganan Stunting

Stunting masih menjadi problem aktual yang membutuhkan perhatian serius. Pengendalian dan pengentasan stunting tidak bisa dengan intervensi oleh satu sektor saja, namun harus benar-benar digenjot dengan melibatkan semua pihak, sehingga upaya pencapaian target penurunan stunting 14% pada tahun 2024 benar-benar dapat terealisasi. Demikian disampaikan Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah, SE saat membuka Forum Komunikasi Ulama Umaro, pada Rabu (28/9/22) di Aula Kecamatan Guntur.

Turut hadir mendampingi, Wakil Bupati Demak, KH Ali Makhsun, MSI yang juga memberikan mauidhoh hasanah.

Dalam kegiatan yang diprakarsai oleh Kecamatan Guntur tersebut, Bupati menekankan empat hal dalam penanganan stunting. Pertama, menyamakan persepsi bahwa stunting merupakan masalah bersama. Kedua, himbauan untuk mengatasi stunting secara bersama-sama. Ketiga, komitmen bersama antara Pemerintah dan stakholder dalam mewujudkan intervensi dalam memahami peran, tugas dan kewajiban, dan keempat yaitu penguatan dan revitalisasi posyandu untuk deteksi dini persoalan stunting.

”Berikan asupan gizi yang bagus sehingga dapat dipastikan anak akan terhindar dari stunting, ”pesannya.

Sementara itu, Camat Guntur, Ali Mahbub, SH, MH dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan FKUU Kecamatan Guntur mengambil tema ”Peran Ulama dan Umaro’ dalam Penanggulangan dan Penurunan Stunting di Kecamatan Guntur”. Tema ini sengaja diambil sebagai upaya mendukung pemerintah dalam mengkampanyekan bahaya stunting kepada masyarakat.

Di mana peserta FKUU merupakan para tokoh-tokoh pendamping masyarakat, yang berasal dari Puskesmas Guntur I dan II, Ketua MUI Kecamatan Guntur, Kepala Desa Locus Stunting, PLKB, Himpaudi, Guru PAUD, RA/TK serta Karang Taruna Kecamatan Guntur.

”Harapannya para tokoh-tokoh tersebut dapat mengedukasi masyarakat dalam memerangi stunting di Kecamatan Guntur”, Pungkasnya. (Prokompim).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *