
BNPB Salurkan Bantuan Dana Siap Pakai (DSP) dan Logistik kepada Pemerintah Kabupaten Demak dalam rangka upaya percepatan penanganan darurat bencana banjir bandang di Kabupaten Demak.
Penyerahan diserahkan secara langsung oleh Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M kepada Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E di Grhadika Bina Praja, Senin (12/02/2024).
Diketahui, sebelumnya BNPB telah memberikan bantuan DSP Tahap I kepada Pemerintah Kabupaten Demak pada 8 Februari 2024 sebesar 250 juta rupiah. Dan kembali menyalurkan bantuan DSP Tahap II pada Senin, 12 Februari 2024.
Total bantuan DSP yang diberikan sebesar 1.150 juta rupiah dengan rincian bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah 300 juta rupiah, Kabupaten Demak sebesar 350 juta rupiah, Kodim 0716/Demak sebesar 250 juta rupiah, dan kepada Polres Demak sebesar 250 juta rupiah.
Selain bantuan DSP, BNPB juga memberikan bantuan dukungan operasional dasar berupa 1.500 paket sembako, 3.000 pouch makanan siap saji, 3.000 paket biskuit protein, 1.000 paket susu anak, 1.00 botol sabun cair hand wash, 500 lembar sarung, 500 lembar jarik, 500 pcs pakaian dalam wanita, 500 pcs pakaian dalam pria, 1.000 paket pembalut, 1.000 paket pampers, 1.000 paket pakaian wanita, 3.000 pcs matras, 3.000 pcs selimut.
Dukungan operasional peralatan berupa lima unit pompa alkon, sembilan unit tenda pengungsi, 100 unit tenda keluarga, lima unit perahu katamaran, dua unit mesin perahun 25 PK, delapan unit mesin perahu 15 PK, dan satu unit mobil dapur umum.

Kepala BNPB Suharyanto dalam sambutannya menjelaskan, prioritas pertama penanganan darurat pada Banjir Demak adalah para pengungsi.
“Untuk itu, BNPB dan Pemerintah Daerah Kabupaten Demak sepakat untuk serius melaksanakan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi,” tuturnya.
Ia menambahkan, Adapun para pengungsi bencana Banjir Demak tersebar di 59 titik pengungsian.
Bupati Eisi’anah pada kesempatan tersebut mengatakan, bahwa hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Demak telah mengakibatkan beberapa tanggul, menyebabkan sungai tidak mampu menahan derasnya aliran air, sehingga mengakibatkan tanggul jebol di beberapa titik.
“Akibatnya 38 (tiga puluh delapan) desa di 7 (tujuh) kecamatan di Kabupaten Demak terdampak banjir. Dan kondisi saat ini terdampak banjir paling parah terdapat di Kecamatan Karanganyar dengan ketinggian air mencapai atap rumah warga,” ungkapnya.
Lebih lanjut Bupati Eisti menambahkan, dari data per 11 Februari 2024, total warga yang terdampak banjir di Kabupaten Demak mencapai 19.998 keluarga atau 75.667 jiwa. Sedangkan warga yang mengungsi mencapai 21.197 orang yang tersebar di 49 tempat di 4 kecamatan di wilayah Kabupaten Demak dan 10 (sepuluh) tempat di Kabupaten Kudus.
“Kemungkinan angka akan terus bertambah, mengingat sampai hari ini banjir masih belum surut,” terangnya.
Terkait proses evakuasi, Bupati Eisti menyebut, hanya bisa dilakukan dengan perahu karet, karena truk evakuasi sudah tidak mampu melakukan evakuasi, karena ketinggian air yang mencapai 2 meter.
Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dan meminta bantuan dari BPBD provinsi, Kudus dan Jepara dalam proses evakuasi.
“Setelah proses evakuasi, kami menyiapkan posko pengungsian, posko layanan kesehatan dan juga dapur umum (DU),” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Demak menetapkan status tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Demak tahun 2024 melalui Surat Keputusan Bupati Demak Nomor 360/44 Tahun 2024. Status tanggap darurat berlaku 14 hari mulai tanggal 6-14 Februari 2024. (Prokompim)

