
Perkuat komitmen bersama dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, Bupati Demak Eist’anah menghadiri kegiatan Rakor fasilitasi pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) dalam rangka pembentukan desa bersinar “Desa Bersih Narkoba” yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Demak di Grhadika Bina Praja, Senin, (07/07/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang digagas oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota serta masyarakat desa.
Dalam sambutannya, Bupati Demak Eisti’anah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari narkoba.
“Kita harus terus semangat meneruskan sinergi, bukan hanya deklarasi saat ini saja, sekaligus menghindari penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Kabupaten Demak harus kita gencarkan,” Ucap Bupati Eisti.
Melalui program “Desa Bersih Narkoba”, diharapkan masyarakat dapat semakin sadar akan pentingnya pencegahan dini dan bersama-sama menjaga wilayahnya agar tidak menjadi tempat peredaran atau penyalahgunaan narkoba.
“Kita semua harus mengambil langkah tegas serta terstruktur dalam menanggulangi ancaman ini. Maka dari itulah, Camat, sebagai perpanjangan tangan pemerintah di kecamatan, dan Kapolsek sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, memiliki fungsi vital untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkoba,” Tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Demak AKBP Ari Cahya Nugraha mengungkapkan, beberapa aksi
Dari 2022 sampai 2024 yang ditangkap terkait pidana narkoba terus meningkat dan pada pertengahan tahun ini sudah setengah dari tahun 2024.
“Kalau di Demak yang banyak adalah Es Moni, kalau diperbolehkan akan langsung kami grebeg.
Karena barang banyak dari Semarang, Mranggen, Sayung dan Karangawen jadi sarang paling banyak ditemukan,” tuturnya.
Pihaknya juga mengaku bahwa polres tidak bisa bekerja sendirian, diharap peran serta masyarakat dalam pemberantasan narkoba yang maksimal.
“Yang menjadi masalah pendidikan karakter dalam keluarga menjadi hal terpenting mencegah penggunaan narkotik. Sering komunikasi dengan anak agar anak tidak “mencari jati diri” diluar yang tidak baik,” pungkasnya. (Prokompim

