Adopsi Penanganan Banjir dan Sampah, Pemkab Demak Tekan MoU Kerjasama dengan Kota Madiun

Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E. bersama rombongan Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Demak berkunjung ke Kota Madiun. Tujuannya, untuk melakukan MoU kerja sama pembangunan daerah. Juga studi banding penataan kota. Terutama, dalam hal penanganan banjir dan pengelolaan sampah.

Kota Madiun dipilih karena beragam inovasi yang diterapkan di Kota Madiun mampu menangani berbagai permasalahan kota. Prosesi penandatanganan MoU berlangsung di Kebun Buah Ngrowo Bening Edupark. Wali Kota Madiun Maidi pun hadir untuk menyambut tamu dari Kota Wali tersebut. Kamis (26/01/2023).

Bupati Eisti dalam sambutannya terkesan dengan pembangunan dan penataan Kota Madiun saat ini. Selain menawan, seluruh infrastruktur yang dibangun dapat mengatasi sejumlah persoalan. Baik aspek lingkungan maupun sosial masyarakat.

‘’Untuk itu, hari ini kami ini studi banding ke Kota Madiun. Semoga bisa mendapatkan solusi atas permasalahan yang masih kami hadapi,’’ kata Eisti.

Dia mengungkapkan, banjir masih menjadi persoalan serius di Demak. Bahkan, dalam beberapa pekan terakhir wilayahnya acap terjadi banjir saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

‘’Kami lihat Kota Madiun mengalami banjir 2017 lalu. Tapi, sekarang tidak ada lagi banjir. Kami benar-benar bisa belajar di sini,’’ ujarnya.

Bupati Eisti juga sangat kagum dengan pengelolaan sampah di Kota Madiun. Karena ratusan ton sampah setiap hari mampu diolah menjadi gas metana yang bermanfaat bagi warga kota.

‘’Ini merupakan ilmu yang sangat berharga bagi kami. Menurut saya, Kota Madiun menjadi kota yang layak dijadikan percontohan,’’ pujinya.

Sementara, Walikota Madiun Maidi berharap inovasi yang telah dilakukan Kota Madiun bisa menjadi bahan ajar bagi Kabupaten Demak. Sehingga, dapat meningkatkan daya saing Kabupaten Demak dengan wilayah lainnya di Indonesia.

‘’Inovasi kita cukup banyak. Apa yang menjadi masalah, harus bisa menjadi berkah. Salah satunya seperti sampah. Sampah banyak bukan masalah. Kita olah agar bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Maidi mengklaim Kota Madiun mengalami perkembangan pesat dalam tiga tahun terakhir. Menurut dia, itu tidak lepas dari kerja keras masyarakat, organisasi perangkat daerah (OPD), serta legislatif dan yudikatif dalam mengawasi jalannya pemerintahan.

‘’Tidak mudah, tapi bukan berarti tidak dapat dilakukan. Hampir setiap hari saya bersama dewan keliling kota “belanja” masalah untuk diselesaikan. Begitu pula dengan permasalahan banjir, disekitar jalan Pahlawan sering tergenang banjir. Ketika saluran air dan trotoar kami bangun secara maksimal, persoalan banjir dapat diselesaikan,’’ bebernya.

Faktor lainnya, memaksimalkan peran corporate social responsibility (CSR) di daerah. Dia tak menampik banyak perusahaan di Kota Madiun aktif berperan membangun daerah. ‘’Sinergitas yang baik mampu membangun kota ini dan menyejahterakan masyarakat,’’ pungkasnya. (Prokompim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *