
Sebagai bentuk kepedulian sosial Bank Jateng dalam upaya membantu Pemkab Demak dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memiliki rumah sehat dan layak huni, Bank Jateng melalui CSR menyalurkan bantuan sebesar Rp 300 juta untuk pemugaran RTLH bagi 20 warga Desa Sukorejo, Kecamatan Guntur.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah kepada warga penerima dengan disaksikan Pemimpin Bank Jateng Koordinator Semarang, Imam Hanafi, pada Rabu (26/1/22). Turut hadir Pemimpin Bank Jateng Cabang Demak Adhi Setiawan, serta Plt Kadinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Demak Akhmad Sugiharto di Balai Desa Sukorejo, Kecamatan Guntur.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada segenap jajaran direksi bank Jateng atas bantuan sosial berupa pemugaran RTLH yang langsung dirasakan masyarakat. Beliau berharap agar bantuan tersebut dapat berkelanjutan karena memberikan dampak positif dan manfaat bagi masyarakat, perusahaan dan stakeholder terkait.
Pihaknya juga meminta kepada camat dan kepala desa yang warganya menerima bantuan agar turut peduli, dengan mengajak masyarakat sekitar ikut berswadaya dan bergotong royong membantu pemugaran untuk mewujudkan rumah yang lebih layak huni.
“Kalau bantuan tersebut dirasa kurang mungkin bisa diupayakan swadaya dengan tetangga. Semoga pembangunan rumahnya nanti memenuhi standar kesehatan, agar warga yang tinggal terjaga kesehatannya, “Tutur Bupati.
Sementara itu, Imam Hanafi menyampaikan, bantuan sebesar Rp 300 juta ini untuk 20 unit RTLH, masing-masing penerima mendapat alokasi Rp 15 juta. Pada tahun 2019, Bank Jateng juga menyalurkan bantuan serupa untuk sejumlah RTLH di beberapa desa. “Kali ini bantuan fokus untuk warga Desa Sukorejo Kecamatan Guntur,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Plt Dinperkim Kabupaten Demak, Ahmad Sugiharto menyampaikan jumlah RTLH di daerahnya masih cukup banyak mencapai ribuan unit. Pada tahun 2022 Pemkab Demak merencanakan melakukan pemugaran RTLH sebanyak 600 unit.
“Jumlah itu akan bertambah dengan partisipasi BUMD, BUMN, pemerintah desa maupun pihak swasta yang ikut turut serta mengadakan program bedah rumah, “Pungkasnya. (Prokompim).
