Bupati Demak : Koperasi Garam Harus Stabilkan Harga Garam

Sektor kelautan dan perikanan memiliki nilai tinggi yang mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Keberadaan pantai di Kabupaten Demak yang panjangnya mencapai 72,14 km, menyimpan kekayaan alam yang luar biasa, salah satunya adalah tambak garam.

Demikian diungkapkan Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah, S.E. saat membuka kegiatan peningkatan kapasitas koperasi garam program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGar), di RM Makan Kalijaga, Jl. Lingkar Demak pada Senin (25/10/2021).

Dijelaskan Bupati, dari 1.834 hektare lahan garam di Kabupaten Demak, mampu menghasilkan lebih dari 37 ribu ton garam setiap tahunnya. “Ini menunjukkan Demak memiliki potensi garam yang luar biasa, “Tuturnya.

Namun, realita di lapangan, melimpahnya hasil produksi belum mampu meningkatkan kesejahteraan petani garam di Kabupaten Demak, dikarenakan harga garam yang tidak stabil bahkan membuat petani garam merugi. Disinilah peran koperasi garam dianggap penting, utamanya dalam menjaga kestabilan harga garam di pasaran.

“Saya minta kepada seluruh koperasi garam yang ada di Kabupaten Demak, untuk bisa meningkatkan kapasitasnya. Seluruh pengurus dan anggota koperasi harus satu pemikiran. Satu tujuan.

Koperasi garam di Kabupaten Demak harus bisa menjadi pengayom petani garam Demak, sehingga harga garam di Kabupaten Demak bisa stabil, “Tandas Bupati.

Kegiatan yang digagas oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak tersebut menghadirkan narasumber Direktur Jasa Kelautan dengan materi kebijakan pengembangan usaha garam rakyat di Indonesia dan dilanjutkan dengan diskusi panel mengenai peran koperasi garam dalam pengembangan usaha garam rakyat. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga melakukan peninjauan bazaar garam yang digelar di lokasi tersebut. (prokompim).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *