Pemkab Demak Lakukan Vidcon Evaluasi dan Monitoring Kegiatan Vaksinasi Covid-19

Ada beberapa capaian yang perlu diberikan apresiasi kepada bapak/ibu camat dan tim, tetapi sekaligus memprihatinkan. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, dr, Singgih Setyono, M.Kes dalam Rapat Evaluasi dan Monitoring Kegiatan Vaksinasi Covid-19 dengan para kepala Puskesmas dan para Camat Se-kab Demak di Ruang Command Center, Senin, (05/04/2021).

Singgih melanjutkan, agar lebih baik lagi dalam melakukan perencanaan terhadap sesuatu, karena kedepannya tidak tahu vaksin ini masih dapat atau tidak. “Karena baru semangat-semangatnya untuk memberikan pelayanan tetapi ada kendala di vaksin dan kemarin kita sudah berusaha keras dengan membantu dan meminta langsung kepada pak Gub, hanya beliau pesen kepada saya untuk lebih baik lagi didalam merencanakan”, Ujarnya.

Selain itu pihaknya tidak tau pasti kapan dapat vaksin. Tetapi jika mengikuti berita yang terkini/di media sosial, vaksin Sinovac sudah ada. “Semoga segera didistribusikan yang tidak lebih dari minggu-minggu ini sebelum puasa”. Sekda juga berpesan agar perintah pak Gub agar segera bisa ditindaklanjuti.

“Mohon perintah dari pak Gub ini bisa kita tindaklanjuti dalam bentuk koordinasi, agar semangat yang muncul itu tidak menjadi boomerang dengan adanya ketersediaan vaksin yang belum ada kepastian”. Lanjut Sekda.

Sekda menambahkan jika memang jumlahnya memungkinkan untuk dibagi kepada puskesmas yang sudah mengagendakan di tanggal 6 april besok khususnya yang lansia, maka segera didahulukan. Untuk publik mungkin bisa agak mundur tetapi yg lansia itu sesuai dengan prioritas yang harus kita dahulukan.

“Nanti saya mohon setelah acara ini nanti langsung meminta para kepala puskesmas atau tim agar memberikan informasi berapa jumlah vaksin yang masih tersedia di puskesmas masing-masing dari 27 puskesmas”.

Sementara itu Heri Winarno selalu Kabid P2P Dinkes menyampaikan bahwa vidcon ini menindaklanjuti vidcon sebelumnya pada tanggal 23 maret dimana evaluasi dari 22 maret sebagai berikut, saat itu Lansia 4.767/5, 25% kemudian untuk Pelayanan Publik 10.799/15, 99% sedangkan Nakes 2.844/100, 64%. (Prokompim).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *